Kompas.com - 17/10/2018, 20:07 WIB
Foto ini adalah salah satu model dari ilusi Thatcher Jody Jun/Kementrian Humor IndonesiaFoto ini adalah salah satu model dari ilusi Thatcher

KOMPAS.com – Sudah pernah lihat foto di atas? Foto ini diunggah ke akun humor Facebook, Kementrian Humor Indonesia pada hari Selasa (16/10/2018). Tidak lama kemudian, foto yang sama muncul di 9GAG dengan deskripsi “Jangan membalikkan foto ini” dan diberi reaksi oleh 30.000 orang.

Namun, tentu reaksi manusia ketika melihat foto tersebut adalah membalikkan ponselnya. Hasilnya sangat mengejutkan, wanita yang sekilas tampak cantik ternyata berwajah mengerikan.

Gw pikir admin ni bego banget posting gambar kok di balik...akhirnya gw coba lihat gambarnya denga membalikan hp gw dan ternyata nyesel gw ngeliatnya...rugi wkt gw 15 detik,” tulis Ady Putra Tunggal di Kementrian Humor Indonesia.

Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa otak kita bisa berpikir bahwa wanita itu akan tetap cantik bila fotonya dibalik?

Baca juga: Ilusi Optik Ini Tunjukkan Kebutaan Kelengkungan

Ilusi semacam ini sebenarnya bukan hal baru. Disebut ilusi Thatcher, ia pertama kali dilaporkan oleh Professor Peter Thompson dari University of York pada tahun 1980.

Sama seperti foto di atas, dalam ilusi Thatcher, foto mantan perdana menteri Inggris Margaret Thatcher dimodifikasi agar mata dan mulutnya terbalik.

Foto Thatcher yang sudah dimodifikasi (kiri), foto Thatcher yang sebenarnya (kanan).Peter Thompson Foto Thatcher yang sudah dimodifikasi (kiri), foto Thatcher yang sebenarnya (kanan).

Nah, ketika foto tersebut dilihat sekilas dalam keadaan terbalik, perubahan ini hampir tidak terlihat. Baru ketika orientasi foto dibetulkan, wajah Thatcher yang sudah dimodifikasi jadi terlihat menakutkan.

Dilansir dari The Guardian, 19 September 2016, ilusi Thatcher menunjukkan bagaimana otak kita memproses informasi tentang wajah.

Baca juga: Siapa yang Pakai High Heels dalam Ilusi Optik di Foto Ini?

Rupanya kita tidak memproses wajah hanya sebagai koleksi dari fitur-fitur yang berbeda, tetapi juga dengan memperhatikan posisi dan hubungan fitur-fitur wajah.

Ketika dihadapkan wajah yang terbalik atas-bawah, kita pun menjadi kesulitan memproses informasi mengenai konfigurasinya. Akibatnya, kita hanya memperhatikan fitur-fitur ini secara individu, di mana mata masih terlihat seperti mata dan mulut masih terlihat seperti mulut.

Penelitian lanjutan mengenai fenomena ini, seperti yang dipublikasikan dalam jurnal Biological Science, juga mengungkapkan bahwa asumsi otak akan konfigurasi wajahlah yang membuat kita mampu membedakan wajah.

Ketika informasi konfigurasi ini dihilangkan, kita kesulitan mengidentifikasikan variasi-variasi wajah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.