Kompas.com - 17/10/2018, 18:08 WIB
Natarini (34) dalam kesempatannya membagikan kisah perjuangannya sembuh dari kanker anak yang dialami 22 tahun lalu. Bhakti Satrio WicaksonoNatarini (34) dalam kesempatannya membagikan kisah perjuangannya sembuh dari kanker anak yang dialami 22 tahun lalu.

KOMPAS.com – Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti faktor risiko dan penyebab kanker pada anak. Selain itu, belum semua jenis kanker pada anak mempunyai metode untuk deteksi dini maupun dicegah.

Namun bukan berarti kanker pada anak tidak bisa disembuhkan. Penemuan dini kasus kanker anak merupakan kunci sukses pengendalian kanker pada anak. Hal ini dibuktikan oleh Natarini (34) yang berhasil menghilangkan leukemia dari tubuhnya.

“Pertama kali waktu 12 tahun, saya baru masuk sekolah SMP. Saat pembukaan siswa baru, itu kan agak ada gojlokan—proses orientasi siswa baru—, lalu nge-drop dan pucat. Dikasih obat penurun demam, reda sebentar besok ada lagi,” ujar Rini, saat ditemui pada Selasa (16/10/2018), di Kementerian Kesehatan.

Sama seperti yang terjadi pada kebanyakan kasus, pada awal pemeriksaan Rini belum didiagnosis leukemia. Dia malah didiagnosis menderita hepatitis. Namun karena tidak kunjung sembuh, orangtua Rini berkelana mencari dokter yang tepat untuk Rini.

Baca juga: Orangtua, Ketahui 5 Jenis Kanker yang Menyerang Anak Ini

Pencarian tersebut berakhir pada dokter penyakit dalam di RSCM yang menetapkan Rini menderita leukemia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menderita kanker, diakui Rini, benar-benar membatasi ruang geraknya dalam berinteraksi sosial dan mengenyam bangku pendidikan.

“Kesulitannya menghadapi kanker saat anak-anak itu kepotong masa anak-anak kita. Harusnya saya bisa main sama temen-temen dan belajar di sekolah, malah harus dihilangkan selama beberapa tahun. Itu yang bikin sedih, tapi di sisi lain bisa jadi semangat saya untuk sembuh,” ujarnya.

Rini menjalani pengobatan selama tiga tahun. Selama durasi tersebut, ia juga melakukan kemoterapi yang membuatnya susah makan dan menggugurkan seluruh rambutnya.

Kesulitan ini membuat dia sempat merasa lelah melakukan pengobatan dan ingin menghentikan perjuangannya.

Baca juga: Mengenal 6 Jenis Pengobatan Kanker Paru yang Bisa Memperpanjang Hidup

“Ada masa di mana saya capek untuk bolak-balik rumah sakit, saya sering pura-pura tidur agar tidak datang ke rumah sakit, tapi di sana ada ibu saya yang menyemangati. Dia bilang, ‘Kalau kita sudah setengah jalan, masa mau menyerah? Ayo kita lanjutkan perjuangan kita!’. Ya akhirnya selesai juga pengobatannya,” ujar Rini.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.