Memindai Penis Musang, Mengungkap Ketahanannya Kawin Selama 3 Jam

Kompas.com - 16/10/2018, 09:00 WIB
Model elemen hingga 3D dari tulang penis karnivora?dari atas ke bawah: harimau, beruang coklat, serigala, kuskus. Bukan skala. Warna-warna panas menunjukkan daerah-daerah tulang yang mengalami stres. Warna-warna dingin menunjukkan tulang yang kurang tekanan (lebih kuat). Charlotte A. BrasseyModel elemen hingga 3D dari tulang penis karnivora?dari atas ke bawah: harimau, beruang coklat, serigala, kuskus. Bukan skala. Warna-warna panas menunjukkan daerah-daerah tulang yang mengalami stres. Warna-warna dingin menunjukkan tulang yang kurang tekanan (lebih kuat).

Oleh Charlotte Brassey dan James Gardiner

KOMPAS.com - Bagi musang, seks adalah suatu urusan berkepanjangan. Secara total, perkawinan mereka mungkin berlangsung hingga tiga jam. Untungnya, bagi para spesies jantan, mereka punya senjata rahasia untuk membantu melewati tugas yang menegangkan ini.

Beberapa mamalia modern (termasuk musang, tikus, anjing dan bahkan kera) memiliki tulang di dalam penis mereka, yang disebut baculum.

Tulang-tulang itu telah berevolusi dalam berbagai bentuk dan ukuran, dari bentuk sendok es krim milik musang madu sampai bentuk tipis panjang milik beruang hitam. Masih jadi misteri mengapa beberapa spesies mamalia jantan mengalami evolusi tulang di penis mereka. Manusia sebenarnya agak aneh dalam hal ini, karena spesies kita telah kehilangan tulang yang termineralisasi dan sebagai gantinya memiliki ligamen kecil di ujung penis.

Pada hewan yang memiliki baculum, para jantan dengan tulang penis yang besar terbukti memiliki keturunan lebih banyak.. Namun bagaimana persisnya tulang penis berdampak pada kesuburan jantan tetap menjadi teka-teki.

Melindungi uretra

Namun, penelitian terbaru kami–dengan menggunakan pemindaian 3D (tiga dimensi) dan simulasi komputer–mengungkap bahwa pada karnivora (kelompok termasuk kucing, beruang, anjing, dan musang), baculum dapat membantu pejantan berkembang biak untuk waktu yang lama.

Baca juga: Mengapa Penis Tak Bertulang? Sains Ungkap Jawabannya

Hipotesis “penetrasi penis ke vagina dalam waktu yang panjang” atau “prolonged intromission” mengisyaratkan tulang penis telah berevolusi untuk melindungi uretra (tabung yang bertanggung jawab untuk mengantarkan sperma) ketika seks menjadi suatu ikhtiar yang panjang.

Penelitian lain mengenai ide ini menemukan bukti yang bertentangan, beberapa mendukung teori ini dan beberapa menentang. Ini mungkin terjadi karena fitur-fitur penting dari baculum sebelumnya diabaikan.

Tulang penis dikenal memiliki bentuk yang beragam. Pelbagai spesies dibedakan dari bentuk-bentuk penis yang aneh-aneh dengan bubungan, dan lekukan. Namun di masa lalu, ahli biologi hanya memasukkan metrik paling dasar (panjang dan diameter tulang) ke dalam model fungsi baculum mereka.

‘Uji Ketahanan’ tulang penis

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X