Kompas.com - 11/10/2018, 20:12 WIB

KOMPAS.com - Para ahli dan pihak konservasi terus mengingatkan masyarakat untuk segera menghubungi otoritas berwajib saat melihat satwa liar di pemukiman manusia.

Hal tersebutlah yang dilakukan oleh petugas UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup atau lebih dikenal dengan julukan pasukan oranye Kecamatan Pademangan ketika melihat seekor buaya di Kali Anak Ciliwung, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Utara pada Senin pagi (8/10/2018).

Salah satu petugas oranye yang melihat buaya tersebut adalah Sabar. Kepada wartawan, Sabar menceritakan buaya yang ditemuinya sama sekali tidak melakukan perlawanan dan tidak agresif.

Dia bersama timnya mengaku tidak berani menangkap buaya tersebut, sehingga memutuskan untuk segera melapor kepada polisi hutan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta.

Baca juga: Mengenal 2 Jenis Buaya yang Ada di Kolong Jembatan Mangga Dua

"Sebelumnya kami pernah menemukan dua ekor buaya, tapi itu ukurannya lebih kecil jadi enggak risih. (Temuan buaya) sekarang kami sudah risih dan kami lapor ke BKSDA," terangnya.

Atas tindakan yang dilakukan Sabar dan timnya, Herpetolog (ahli reptil) dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Amir Hamidy mengungkap keputusan tersebut sangat tepat.

"Bila menemui buaya, segera laporkan ke BKSDA setempat karena ia adalah satwa yang dilindungi. Karena dilindungi, pengelolaannya pun tidak boleh sembarangan. Enggak boleh sembarangan ditangkap apalagi dibunuh," jelas Amir.

Selain melaporkan pada otoritas, kita sebagai manusia yang hidup berdampingan dengan makhluk hidup lainnya juga harus peka dan bijak.

Saat melihat buaya, kita harus tahu wilayah tersebut memang daerah tempat tinggal buaya atau kawasan yang dihuni manusia.

"Kalau kita yang masuk teritorialnya, berarti kita yang harus pergi ngapain ribut-ribut. Tapi kalau memang dia (buaya)  ada di lingkungan padat (penduduk) atau banyak orang sedang beraktivitas di air, sesegera mungkin laporkan otoritas terkait dan jangan sampai terjadi konflik (antara manusia dan buaya)," terangnya.

Amir mengingatkan, buaya muara merupakan jenis buaya teritorial, terutama buaya muara jantan dewasa.

Makhluk hidup apapun termasuk buaya jantan lainnya pasti akan diusir jika ada di wilayah kekuasaannya.

Baca juga: Dua Jenis Buaya Ditemukan di Kali Anak Ciliwung, Ahli Reptil Bingung

Amir menyarankan agar kita sedapat mungkin untuk tidak mencoba menangkap buaya tanpa didampingi ahli.

"Sebenarnya sudah ada instansi yang bertanggung jawab. Jadi menurut saya, enggak usah buang-buang energi dan mereka lebih paham dalam pengelolaan satwa liar. Kemudian belum tentu kita expert di bidang itu, kita kan enggak tahu gimana perilakunya mereka," tutup Amir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.