Kursi Roda Atlet Asian Para Games Miring Keluar, Apa Sebab?

Kompas.com - 10/10/2018, 07:05 WIB
Pebasket kursi roda Indonesia, Donald Putra Santoso beraksi saat final melawan Thailand pada test event Para Games Invitational Tournament di Kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (2/7/2018). Tim bola basket kursi roda Thailand menang dengan skor 58-35. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPebasket kursi roda Indonesia, Donald Putra Santoso beraksi saat final melawan Thailand pada test event Para Games Invitational Tournament di Kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (2/7/2018). Tim bola basket kursi roda Thailand menang dengan skor 58-35.

KOMPAS.com – Pagelaran olahraga untuk penyandang disabilitas, Asian Para Games 2018, sudah berlangsung. Pada beberapa cabang olahraga, para atlet menggunakan kursi roda yang berbeda-beda.

Yudhi Darma, staf pengajar ilmu fisika dari, Institut Teknologi Bandung, menjelaskan pandangannya.

“Saya rasa ini disesuaikan dengan cabang olahraga dan aturannya, jika ada.  Tentunya ada ukuran desain, dan dimensi standar yang diizinkan,” ujar Yudhi saat dihubungi melalui pesan singkat, Selasa (09/10/2018).

Meski berbeda-beda, kursi roda untuk atlet Asian Para Games 2018 memiliki satu kesamaan, yaitu roda utamanya yang melebar dan miring keluar. Hal ini berbeda dengan kursi roda konvensional yang tegak lurus.

Baca juga: Atlet Tuli Asian Para Games Nikmati Musik Andi Rianto, Ini Buktinya

“Kemiringan roda besar lebih untuk kestabilan, mendukung keamanan dan keselamatan atlet.  Dengan desain seperti ini, titik tumpu kursi roda akan melebar dan membuat sistem kursi dan keseimbangan atlet menjadi lebih stabil,” ujarnya.

Dia menambahkan, kemiringan roda besar pada kursi roda juga menyeimbangkan saat bergerak, karena gaya atau momen torisnya akan menuju ke titik yang berada di pusat sistem kursi roda. Dengan demikian, atlet tetap dalam kondisi yang relatif stabil atau aman ketika dia bergerak atau bermanuver dengan lincah.

Yudhi juga menyoroti bahan dari kursi roda. Menurut dia, bahan kursi roda dan bahan rodanya yang menjadi bidang sentuh ke lapangan mesti kuat dan tidak berat.

Artinya, bahan tidak mudah berubah bentuk ketika melakukan aktivitas pertandingan dan latihan, sehingga energi atau tenaga atlet dapat sepenuhnya digunakan untuk bergerak tanpa ada energi tambahan yang keluar akibat deformasi atau perubahan bentuk dari roda.

Baca juga: Mengenal Elang Bondol yang Jadi Maskot Asian Para Games

“Untuk desain juga dapat dilihat, untuk mendukung kelincahan dan kecepatan gerak, luas bidang sentuh roda dan lapangan dibuat sekecil mungkin.  Hal ini juga terkompensasi dengan kemiringan roda untuk mendapatkan kestabilan,” jelasnya.

Hal tersebut merupakan penjelasan secara umum dari kursi roda untuk atlet Asian Para Games 2018. Pada pelaksanaannya, terdapat perbedaan desain pada masing-masing olahraga.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X