Urine Berwarna Oranye, Merah, atau Biru? Simak Artinya di Sini - Kompas.com

Urine Berwarna Oranye, Merah, atau Biru? Simak Artinya di Sini

Kompas.com - 09/10/2018, 20:31 WIB
Ilustrasi tes urinethinkstock/jarun011 Ilustrasi tes urine

KOMPAS.com - Salah satu indikator terhadap kondisi kesehatan tubuh adalah warna, bau, dan kepekatan urine.

Warna urine yang normal berkisar antara kuning sampai kuning pucat. Warna kuning ini dihasilkan oleh pigmen warna yang disebut uruchorme.

Namun, pigmen dan senyawa lain yang ada di makanan dan obat tertentu juga bisa mengubah warna urine menjadi merah, oranye, cokelat seperti cola, atau biru kehijauan.

Mayo Clinic mengungkap, warna urine yang tidak biasa dapat menjadi petunjuk adanya penyakit atau masalah kesehatan. Misalnya, urine yang berwarna cokelat atau merah tua adalah ciri khas dari porfiria, kelainan keturunan sel darah merah langka.

Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas satu persatu.

Baca juga: 11 Warna Urine dan Artinya pada Kesehatan Anda

Warna urine normal, kuning

Kita tahu, air yang kita minum akan memengaruhi kepekatan warna urine. Hal ini karena air dapat mengencerkan pigmen uruchorme dalam urin.

Tak heran, bila kita minum lebih banyak air maka warna urine akan semakin jernih. Sementara jika air yang diminum sedikit atau mengalami dehidrasi berat, maka warna urine akan menjadi kuning pekat.

Urine gelap atau oranye

Jika urine berwarna kuning gelap atau oranye, disertai tinja berwarna pucat, dan kulit serta mata berwarna kuning, hal ini mungkin mengindikasikan adanya masalah pada hati.

Beberapa hal yang bisa menyebabkan urine berwarna oranye antara lain:

• Obat-obatan
Obat-obatan yang dapat mengubah urine menjadi oranye adalah obat anti-inflamasi sulfasalazine (Azulfidine), phenazopyridine (Pyridium), beberapa obat pencahar, dan obat kemoterapi tertentu.

• Kondisi medis
Dalam beberapa kasus, urine oranye dapat menunjukkan masalah dengan hati atau saluran empedu, terutama jika tinja berwarna pucat.

• Dehidrasi berlebih
Tubuh sangat kekurangan air juga dapat membuat warna urine menjadi lebih pekat dan berwarna oranye.

Urine merah atau merah muda

Urine dengan warna merah atau merah muda mungkin tampak mengerikan dan mengkhawatirkan. Meski bisa mengindikasi adanya penyakit, warna merah muda juga bisa disebabkan oleh makanan.

Beberapa hal yang dapat mengubah warna urine menjadi merah atau merah muda antara lain:

• Darah
Hal-hal yang bisa menyebabkan hematuria atau sel darah merah dalam urine adalah infeksi saluran kemih, pembesaran prostat, tumor kanker, kista ginjal, lari jarak jauh, batu ginjal, dan kandung kemih.

Bila kita mengeluarkan urine disertai darah dan terasa sakit, hal ini mungkin disebabkan adanya infeksi saluran kemih dan batu ginjal. Sementara kalau tidak terasa sakit, biasanya ada masalah yang lebih serius, seperti kanker.

Untuk itu, Mayo Clinic menyarankan agar segera memeriksakan diri ke dokter bila mendapati urine mengandung darah.

• Makanan
Buah-buahan seperti buah bit, blackberry, dan buah naga dapat membuat warna urine menjadi merah atau merah muda.

• Obat-obatan
Rifampin (Rifadin, Rimactane) merupakan jenis antibiotik yang sering digunakan untuk mengobati tuberkulosis dan dapat mengubah warna urine. Hal ini juga bisa terjadi bila seseorang mengonsumsi phenazopyridine (Pyridium), obat yang membuat ketidaknyamanan pada saluran kemih, dan obat yang mengandung senna.

Urine biru atau hijau

• Pewarna
Beberapa pewarna makanan yang berwarna cerah dapat menyebabkan air kencing berwarna hijau. Pewarna yang digunakan untuk beberapa tes fungsi ginjal dan kandung kemih juga dapat mengubah warna urine menjadi biru. Selain itu, asparagus juga bisa membuat warna urine menjadi hijau.

• Obat-obatan
Sejumlah obat menghasilkan urine biru atau hijau, termasuk amitriptyline, indomethacin (Indocin, Tivorbex) dan propofol (Diprivan).

• Kondisi medis
Hiperkalsemia jinak familial atau gangguan keturunan yang langka, kadang-kadang disebut sindrom popok biru karena anak-anak dengan gangguan tersebut memiliki urine biru. Urine hijau kadang-kadang terjadi selama infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh bakteri pseudomonas.

Urine coklat gelap menyerupai cola

Saat urine berwarna seperti minuman soda atau teh, ada beberapa alasan yang memengaruhinya:

• Makanan
Kacang fava yang menyerupai kacang polong dan rhubarb (semacam pohon keladi atau talas dengan rasa batang yang asam) dapat menyebabkan air kencing berwarna coklat gelap.

• Obat-obatan
Sejumlah obat dapat menggelapkan urine, termasuk obat antimalaria chloroquine dan primakuin, antibiotik metronidazole (Flagyl) dan nitrofurantoin (Furadantin), obat pencahar yang mengandung cascara atau senna, dan methocarbamol - relaksan otot.

• Kondisi medis
Beberapa gangguan hati dan ginjal dan beberapa infeksi saluran kemih dapat mengubah urine berwarna coklat gelap.

• Olahraga ekstrem
Cedera otot akibat olahraga ekstrem dapat menyebabkan urine berwarna merah muda atau kola dan hal ini mengindikasikan kerusakan ginjal.

Baca juga: Ilmuwan Jepang Bikin Tes Urine untuk Deteksi Dini Kanker

Faktor risiko lainnya

Selain makanan dan jenis obat-obatan tertentu, warna urine yang tidak normal juga disebabkan oleh kondisi tubuh dan riwayat kesehatan lainnya. Berikut faktor risiko yang bisa memengaruhi warna urin:

• Usia
Tumor kandung kemih dan ginjal, yang dapat menyebabkan darah dalam urine lebih sering terjadi pada orang tua. Pria di atas usia 50 tahun sering kali mengeluarkan urine yang mengandung darah karena kelenjar prostat membesar.

• Riwayat kesehatan keluarga
Bila ada anggota keluarga yang pernah mengalami penyakit ginjal atau batu ginjal, Anda mungkin berisiko mengembangkan penyakit ini. Kedua penyakit tersebut dapat menyebabkan ada darah dalam urine.

• Olahraga berat
Pelari jarak jauh paling berisiko, tetapi siapa pun yang berolahraga keras dapat mengalami pendarahan kemih.



Close Ads X