Kali Pertama, Ilmuwan Ciptakan Kehidupan Buatan di Komputer Kuantum - Kompas.com

Kali Pertama, Ilmuwan Ciptakan Kehidupan Buatan di Komputer Kuantum

Kompas.com - 06/10/2018, 20:34 WIB
Ilustasiktsimage Ilustasi

KOMPAS.com – Bisakah asal mula kehidupan dijelaskan dengan mekanika kuantum? Bila demikian, adakah alogaritma kuantum yang bisa mengkodekan kehidupan?

Tim peneliti dari University of the Basque Country di Spanyol sedang menggunakan komputer super IBM untuk meniru beberapa pola kehidupan dan berusaha untuk menjawab kedua pertanyaan di atas.

Ini memang masih baru prototipe bukti konsep tingkat awal, tetapi penelitian ini akan membuka lebih banyak pengetahuan mengenai hubungan antara mekanika kuantum dengan asal mula kehidupan.

Perlu Anda ketahui, para peneliti telah berkali-kali mencoba membuat kehidupan buatan di dalam komputer. Namun, peranti lunak yang ada sekarang biasanya menggunakan pendekatan klasik dengan perkembangan yang logis.

Baca juga: Kecerdasan Buatan Bakal Berkembang Bebas di AS

Padahal, seperti yang kita ketahui, dunia nyata sering kali menambahkan sedikit ketidakterdugaan pada tingkat mikro dan makro, seperti fisika kuantum.

Inilah yang ingin disimulasikan oleh para peneliti menggunakan alogaritma kuantum. Dengan alogaritma ini, simulasi kehidupan buatan tidak hanya terbatas pada 1 dan 0 saja, tetapi juga berbagai ketidakterdugaan.

Para peneliti menulis dalam jurnal Scientific Reports, tujuan dari model ini adalah untuk mereproduksi proses karakteristik pada evolusi Darwin, yang diadaptasikan ke bahasa alogaritma dan komputer kuantum.

Pada komputer kuantum QX4 milik IBM, para peneliti mengkodekan unit kehidupan kuantum yang terdiri dari dua qubit (quantum bit).

Baca juga: Elon Musk: Riset Kecerdasan Buatan Bisa Ciptakan Diktator yang Abadi

Satu untuk merepresentasikan genotipe (kode genetik yang diturunkan antar generasi) dan satu untuk merepresentasikan fenotipe (manifestasi luar dari kode tersebut atau tubuh).

Unit-unit ini kemudian diprogram untuk bereproduksi, bermutasi, berkembang, dan mati dengan menggunakan keterkaitan kuantum. Perubahan yang tidak terduga juga terjadi berdasarkan rotasi kuantum dan berbagai hal lainnya.

Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa kalkulasi kuantum mereka sejalan dengan model teoritis yang dibuat pada tahun 2015, serta riset yang dipublikasikan oleh tim peneliti pada tahun lalu.

Tentu ini masih jauh dari menjawab kedua pertanyaan di atas, tetapi hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hal tersebut mungkin bisa dilakukan. Komputer yang digunakan juga tidak sepenuhnya kuantum karena komputer kuantum yang sebenarnya adalah sesuatu yang masih jauh dari kemampuan teknologi kita sekarang.

Para peneliti menulis, kita membiarkan pertanyaan ‘Apakah asal muasal kehidupan benar-benar mengikuti mekanika kuantum?’ terbuka.

“Apa yang kita buktikan di sini adalah sistem kuantum mikroskopis ternyata bisa secara efisien mengkodekan fitur kuantum dan perilaku biologis yang biasanya diasosiasikan dengan sistem kehidupan dan seleksi alami,” tutur mereka.



Close Ads X