Kompas.com - 06/10/2018, 19:01 WIB
Fenomena Likuefaksi KOMPAS.com/Akbar Bhayu TamtomoFenomena Likuefaksi

"Tapi semuanya likuefaksi berskala kecil yang berupa semburan pasir, retakan-retakan, atau penyumbatan sumur. Tidak ada yang mengalir dan menenggelamkan ratusan rumah seperti di Petobo," kata Andri.

Baca selengkapnya: Petaka di Petobo adalah Likuefaksi Paling Dahsyat, Ini Alasannya

3. Luasan Wilayah Amblas

Berdasarkan analisis tim tanggap darurat bencana Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), wilayah amblas akibat likuefaksi di Palu cukup luas.

Dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (03/10/2018), Lapan menyebut 47,8 hektar wilayah Balaroa, Palu, amblas.

Tak hanya Balaroa, wilayah yang juga terdampak likuefaksi adalah Petobo dan Jono Oge.

Dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (04/10/2018), LAPAN melaporkan luasan likuefaksi di wilayah Petobo, kota Palu mencapai 180,06 hektar.

Wilayah lain yang terjadi fenomena serupa adalah Jono Oge, Kabupaten Sigi. Di wilayah ini, luas likuifaksi mencapai 202,1 hektar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca selengkapnya: Wilayah Petobo Terdampak Likuefaksi Capai 180 Hektar

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.