Kompas.com - 06/10/2018, 18:05 WIB

KOMPAT.com – Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Appetite mengungkapkan bahwa upaya untuk berhenti makan junk food bisa menyebabkan gejala mirip gejala putus obat.

Gejala ini meliputi perubahan mood yang tiba-tiba, rasa gelisah, sakit kepala, dan kesulitan tidur seperti yang dialami oleh orang-orang yang berusaha menghentikan kencanduan merokok atau narkoba mereka.

Laporan dari 200 partisipan juga mengungkapkan bahwa gejala ini paling terasa pada hari kedua dan hari ketiga sejak mereka berhenti makan junk food. Jangka waktu ini ditemukan paralel dengan orang-orang yang mengalami gejala putus obat pada umumnya.

Temuan ini, ujar penulis utama studi dan kandidat doktoral psikologi di Universitas Michigan Erica Schulte, merupakan bukti pertama bahwa gejala putus obat juga bisa terjadi ketika orang berusaha untuk mengurangi makanan yang diproses.

Baca juga: Studi: Sering Makan Junk Food Tingkatkan Risiko Depresi

Schulte pun menambahkan bahwa gejala putus obat merupakan fitur utama dari kecanduan sehingga temuan ini bisa dibilang mendukung hipotesis bahwa makanan yang banyak diproses memang bersifat adiktif.

Melalui studi ini, Schulte berharap agar dia bisa meningkatkan kesadaran bahwa seseorang mungkin bisa mengalami sakit kepala dan menjadi mudah marah ketika mencoba mengurangi junk food. Dengan demikian, para pakar sebaiknya membantu individu-invidiu ini untuk menyusun strategi yang dapat mengurangi gejala mirip putus obat ini.

Ke depannya, dia pun ingin menguji efek gejala putus obat pada orang-orang yang mengurangi konsumsi junk food secara real time, bukan sekadar meminta partisipan untuk mengingat kembali pengalaman mereka.

Dia juga berharap untuk dapat membandingkan intensitas gejala yang dialami oleh partisipan dibanding gejala putus obat pada mereka yang kecanduan narkoba.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.