Kompas.com - 05/10/2018, 07:30 WIB

"Sama seperti manusia muda, dia (Gunung Anak Krakatau) juga harus aktif dan banyak bergerak. Saat Gunung Anak Krakatau meletus, itu supaya dia bisa tumbuh. Karena gunung api cara tumbuhnya dengan erupsi, bukan seperti pohon. Maka erupsi gunung anak krakatau adalah hal wajar dan harus," ujar Surono dihubungi Kamis (10/4/2018).

Potensi pariwisata

Surono juga menyinggung aktivitas Gunung Anak Krakatau seperti saat ini akan lebih baik jika dinikmati sebagai potensi pariwisata, bukannya ditakuti.

"Kalau menurut saya, ini harusnya dipromosikan. Ayo piknik ke Lampung atau Banten dan waktu malam lihat gunung anak Krakatau pakai kapal," kata Sarono.

"Tapi jaraknya enggak terlalu dekat ya, misal di pulau sebelahnya. Saya rasa ini adalah sesuatu yang unik dan mungkin tidak ada di manapun, bahkan di luar negeri sekalipun," imbuhnya sambil menceritakan pengalamannya melihat gunung anak krakatau yang sangat indah saat mengeluarkan lava pijar di malam hari.

Menjadi negara yang memiliki gunung api paling banyak, Surono mengatakan sudah saatnya kita mencintai gunung api dan menikmati keindahannya.

"Ngapainlah khawatir, enggak usah khawatir. Ikuti batasnya," ujarnya.

Baca juga: Erupsi Gunung Soputan Sudah Terpantau dari Senin Lalu

Kehebohan di media sosial

Menanggapi kehebohan di media sosial tentang erupsi GAK, Kasbani menghimbau kepada semua masyarakat untuk tidak ikut menyebarkan keresahan.

"Jangan menyebarkan hoaks dan menyebabkan keresahan. Masyarakat juga seharusnya mencari informasi dari sumber resmi. Jangan setiap ada fenomena apa ikut menanggapi dan memviralkan," pesan Kasbani.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.