BPPT Nyatakan Siap Bikin Alat Deteksi Tsunami Buoy Lagi - Kompas.com

BPPT Nyatakan Siap Bikin Alat Deteksi Tsunami Buoy Lagi

Kompas.com - 04/10/2018, 18:52 WIB
Pekerja sedang mengangkut buoy, alat deteksi dini tsunami yang didonasikan oleh US National Oceanographic and Atmospheric Administration (NOAA). AFP PHOTO/Bay ISMOYO / AFP PHOTO / BAY ISMOYOBAY ISMOYO Pekerja sedang mengangkut buoy, alat deteksi dini tsunami yang didonasikan oleh US National Oceanographic and Atmospheric Administration (NOAA). AFP PHOTO/Bay ISMOYO / AFP PHOTO / BAY ISMOYO

KOMPAS.com - Fenomena tsunami di Sulawesi Tengah membuat kita bertanya, bagaimana solusi teknologi yang baik untuk peringatan dini tsunami?

Sampai sejauh ini, Indonesia menggunakan buoy sebagai alat pendeteksi dini akan bencana tsunami. Ironisnya, saat ini buoy di Indonesia sudah tidak ada karena perilaku vandalisme yang dilakukan oknum.

Menanggapi hal ini, Deputi BPPT Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam (TPSA) BPPT, D. Hammam Riza, menyatakan siap membuat buoy kembali jika diperlukan.

"BPPT punya pengalaman dalam membuat buoy pendeteksi tsunami, dan siap jika ditunjuk untuk membuatnya lagi," katanya dalam acara Pemaparan Teknologi Mitigasi Bencana Gempa dan Tsunami yang digelar di Gedung BPPT, Jakarta, Kamis (04/10/2018).

Baca juga: 4 Fakta tentang Alat Deteksi Tsunami Buoy di Indonesia

Hammam menuturkan, peran buoy dinilai penting dalam hal memberi informasi terkini ketika ada gelombang laut yang berpotensi tsunami muncul.

"Kesiapsiagaan bencana harus diawali dengan adanya langkah mitigasi, sangat penting agar masyarakat di wilayah yang berpotensi bencana, memiliki waktu evakuasi yang cukup. Untuk itu dibutuhkan teknologi yang mampu mendeteksi dini atau early warning system, baik untuk tsunami maupun untuk bencana lain," kata Hammam.

Namun yang menjadi masalah adalah, pembuatan buoy merupakan proyek yang membutuhkan biaya tidak sedikit. Menurut Hammam, pembuatan satu unit buoy diperkirakan bisa menghabiskan dana sebesar Rp 6 miliyar. Dana tersebut menjadi lebih besar dengan perawatannya yang rutin dan menghabiskan sekitar 10 persen dari jumlah tersebut.

Baca juga: Dari Tsunami Palu, Meninjau Ulang Sistem Peringatan Dini Indonesia

Dengan proyeksi penempatan buoy di 23 titik di Indonesia, diperlukan tambahan jumlah anggaran untuk dapat mendeteksi dini bencana tsunami.

"Tapi teknologi peringatan dini atau early warning system, dalam hal ini buoy, diperlukan untuk langkah mitigasi awal, serta menghindarkan potensi korban nyawa yang besar," ujar Hammam.

Hammam kembali menegaskan bahwa BPPT siap jika pembuatan buoy diperlukan, sekaligus akan menemukan teknologi lain untuk dapat menghindari vandalisme yang menyebabkan buoy di Indonesia saat ini tidak ada.



Close Ads X