Kompas.com - 03/10/2018, 19:06 WIB
Potongan daun raksasa dari Ferron Sandstone Member di Utah. NATHAN JUD via National GeographicPotongan daun raksasa dari Ferron Sandstone Member di Utah.

KOMPAS.com - Sekitar 92 juta tahun yang lalu, di daerah yang sekarang merupakan wilayah Utah tengah, Amerika Serikat, sebuah badai dahsyat merobohkan pohon besar berbunga.

Badai tersebut membuat pohon hanyut ke sungai dan masuk ke delta kuno. Sedimen kemudian mengubur sebagian batang pohon, yang kemudian mengawetkan pohon tersebut.

Fosil pohon itu bukan fosil biasa. Penelitian baru yang diterbitkan di Science Advances menyebut jika fosil pohon tersebut menjadi bukti tertua pohon berbunga raksasa di Amerika Utara.

Batang kayu yang diawetkan berdiameter hampir 1,8 meter, panjang 11 meter dan mungkin berasal dari pohon setinggi 50 meter. Batang kayu tersebut diperkirakan berasal dari 94 juta hingga 90 juta tahun yang lalu atau Zaman Kapur Akhir.

Baca juga: Pohon di Hutan Ini Tumbuh Bengkok, Tak Ada yang Tahu Alasannya

Para peneliti menduga jika pohon tersebut masuk ke dalam genus Paraphyllanthoxylon, kelompok yang terdiri dari setidaknya 11 spesies pohon fosil.

Penemuan ini menjadi penting karena sangat jarang menemukan fosil dari periode tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Juga ini memiliki arti penting bagaimana kita memahami interaksi iklim dan tumbuhan serta hewan selama periode tersebut," kata Michael D'Emic, paleontolog dari Adelphi University New York.

Tanaman berbunga yang juga disebut angiospermae ini diperkirakan muncul sekitar 135 juta tahun yang lalu.

Pada seratus juta tahun yang lalu, tanaman yang berukuran kecil mendominasi dataran rendah dan sekitar 75 juta tahun yang lalu mulai ada bukti jelas mengenai pohon berbunga raksasa yang mulai tumbuh besar.

"Ini tidak selalu mengejutkan karena kita tahu bahwa ada banyak angiosperma pada waktu itu. Tapi ini adalah bukti nyata jika ada pohon-pohon besar di sana," kata Nan Crystal Arens, paleobotanis di Hobart and William Smith Colleges yang tidak terlibat dengan penelitian ini.

Baca juga: Berjuluk Pohon Kematian, Inilah Pohon Paling Beracun di Dunia

Awalnya, Michael D'Emic mengunjungi Utah tengah pada tahun 2014 untuk mencari tulang dinosaurus berleher panjang. Namun ia justru menemukan fitur geologi menarik, salah satunya adalah fosil batang pohon berbunga raksasa tersebut.

Sebagian dari batang Paraphyllanthoxylon.M. D. DEMIC via National Geographic Sebagian dari batang Paraphyllanthoxylon.

"Saya bisa melihat ada badai yang luar biasa dan memindahkan pohon tersebut ke salah satu delta pada waktu itu," kata D'Emic.

D'Emic lantas mengambil sampel fosil kayu dan mengirimkannya untuk analisis yang lebih detail. Hasilnya bukan hanya sebagai batang kayu raksasa saja, tetapi juga batang kayu dari genus kuno yang langka.

"Saya tercengang dan langsung mengetahui bahwa itu adalah batang angiosperma tertua dengan diameter lebih dari satu meter," jelas Nathan Jud, paleobotanis, peneliti yang juga terlibat dalam penelitian ini.

Selain batang kayu, peneliti juga menemukan serbuk sari, daun serta fosil vertebrata, termasuk gigi hiu dan tulang dinosaurus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.