Kompas.com - 03/10/2018, 19:06 WIB
Sebagian dari batang Paraphyllanthoxylon. M. D. DEMIC via National GeographicSebagian dari batang Paraphyllanthoxylon.

Awalnya, Michael D'Emic mengunjungi Utah tengah pada tahun 2014 untuk mencari tulang dinosaurus berleher panjang. Namun ia justru menemukan fitur geologi menarik, salah satunya adalah fosil batang pohon berbunga raksasa tersebut.

"Saya bisa melihat ada badai yang luar biasa dan memindahkan pohon tersebut ke salah satu delta pada waktu itu," kata D'Emic.

D'Emic lantas mengambil sampel fosil kayu dan mengirimkannya untuk analisis yang lebih detail. Hasilnya bukan hanya sebagai batang kayu raksasa saja, tetapi juga batang kayu dari genus kuno yang langka.

"Saya tercengang dan langsung mengetahui bahwa itu adalah batang angiosperma tertua dengan diameter lebih dari satu meter," jelas Nathan Jud, paleobotanis, peneliti yang juga terlibat dalam penelitian ini.

Selain batang kayu, peneliti juga menemukan serbuk sari, daun serta fosil vertebrata, termasuk gigi hiu dan tulang dinosaurus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X