Kompas.com - 28/09/2018, 14:06 WIB
Ilustrasi buah ara digitalgeneticsIlustrasi buah ara

KOMPAS.com - Pernahkah Anda mendengar peringatan bahwa biji buah yang tertelan bisa tumbuh di perut?

Mirip dengan mitos tersebut, beberapa waktu belakangan, sebuah kisah tragedi dan keberuntungan muncul di internet. Kisah tersebut menggambarkan bagaimana biji buah ara di perut seorang lelaki yang terbunuh tumbuh menjadi pohon.

Pohon tersebut membantu pihak berwenang menemukan mayatnya hampir 40 tahun kemudian di sebuah gua Siprus.

Kisah tersebut mungkin terdengar fantastis. Tapi juga menyisakan pertanyaan besar: bisakah benih di perut orang meninggal benar-benar tumbuh menjadi pohon?

Jay Noller, seorang profesor ilmu tanah di Oregon State University, menjawab bahwa fenomena ini mungkin terjadi.

Seperti yang kita tahu, beberapa biji tanaman memerlukan bantuan hewan untuk bisa berkecambah.

Maksudnya, ketika hewan yang memakan buahnya lalu mengeluarkan biji melalui kotoran, biji tersebut akhirnya bisa tumbuh. Bahkan, biji tersebut bisa menjadi pohon di mana pun hewan tersebut mengeluarkan kotorannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Biji dapat muncul dari hewan, jadi saya bisa membayangkan mereka juga bisa keluar dari manusia," ungkap Noller dikutip dari Live Science, Selasa (25/09/2018).

Noller juga mengungkapkan bahwa benih bisa tumbuh meski tidak berasal dari perut orang yang sudah meninggal. Benih juga bisa tumbuh dari bagian manapun dari saluran pencernaan orang mati seperti usus kecil atau besar, kata Noller.

Baca juga: Jangan Buang Biji Alpukat, Kandungannya Berharga seperti Permata

Tak melulu dari saluran pencernaan, Noller mengatakan bahwa biji di kantong mayat atau area pemakaman juga bisa mengumpulkan nutrisi dari jasad yang membusuk.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.