Kompas.com - 26/09/2018, 10:06 WIB
Sekelompok berang-berang laut utara berkumpul di Taman Nasional Katmai, Pulai Kodiak, Alaska. Roy Toft/National Geographic CreativeSekelompok berang-berang laut utara berkumpul di Taman Nasional Katmai, Pulai Kodiak, Alaska.


KOMPAS.com - Pepatah lama mengatakan kekuatan persatuan bisa mengubah nasib. Pepatah ini tidak hanya untuk manusia, keluarga berang-berang yang hidup di Singapura pun membuktikannya saat melawan buaya.

Bila kita mendengar nama berang-berang, mungkin yang akan terpikir adalah hewan mamalia berbulu yang mungkin lebih memilih menghindari predator.

Jangan salah, berang-berang nyatanya cukup ganas dan sangat berani. Belum lama ini fotografer alam liar Jeffery Teo mengabadikan momen pertarungan sengit antara kelompok berang-berang dengan seekor buaya di Cagar Alam Sungei Buloh Wetland, Singapura.

Teo mengatakan, dirinya kerap melihat berang-berang dan buaya saling berkejaran di wilayah tersebut. Setidaknya dalam setengah dekade terakhir, ia sudah menyaksikannya lima sampai enam kali.

Baca juga: Akhir Mengenaskan dari Pertarungan Ular King Kobra dan Piton Raksasa

Pertarungan yang kali ini diabadikan Teo terjadi di sungai besar. Awalnya berang-berang (Lutrogale perpicillata) terlihat melompat-lompat keluar masuk air.

Tak jauh dari tempat berang-berang berkumpul, ada seekor buaya tak berekor yang dijuluki "Tailless" berenang mendekat. Tak lama kemudian, pertarungan sengit pun terjadi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


Berang-berang yang beranggotakan enam ekor mengelilingi buaya. Mereka juga berhasil menghindari dahsyatnya rahang maut reptil itu dan menyerang balik buaya dengan gigitan ganasnya.

Keadaan terdesak dan tidak mampu menyerang lagi akhirnya membuat buaya mundur.

Atas kejadian tersebut, N. Sivasothi seorang dosen senior di National University of Singapore berkata bahwa berang-berang merupakan spesies yang sangat menjaga wilayah kekuasaan mereka meski harus bertarung melawan predator yang jauh lebih besar.

"Dalam pertarungan melawan predator top, kadang berang-berang yang menghindar dan mundur," katanya dilansir National Geographic, Rabu (19/9/2018).

Baca juga: Video Tampilkan Pergulatan Mustahil antara Impala, Buaya dan Kuda Nil

Berang-berang juga termasuk hewan yang cukup cerdas. Misalnya, Nelayan Bangladesh mendapat bantuan dari berang-berang untuk menggerakkan ikan agar masuk ke jaring tangkapan.

Sayangnya, berang-berang lebih terancam punah daripada buaya karena hilangnya habitat dan perburuan. Menurut Uni Internasional untuk Pelestarian Alam (IUCN), berang-berang terdaftar sebagai spesies rentan terhadap kepunahan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.