Kompas.com - 25/09/2018, 17:35 WIB
Berbagai metode kontrasepsi ThinkstockphotosBerbagai metode kontrasepsi

KOMPAS.com – Kontrasepsi sangat identik dengan penerapannya pada perempuan. Pada penyebaran informasinya, kehadiran perempuan pun yang paling dominan dalam sosialisasi tentang kontrasepsi. Beberapa alat kontrasepsi seperti spiral, pil KB, dan sistem suntik, juga sangat erat kaitannya dengan perempuan.

Meskipun alat kontrasepsi tidak berbahaya untuk perempuan, namun yang menjadi pertanyaan adalah keberadaan alat kontrasepsi untuk menunda kehamilan yang diterapkan pada pria.

“Kadang kita bertanya, kenapa yang dijejelin KB perempuan doang padahal kan harusnya pasangan juga. Namun memang sekarang ini yang sudah beredar alat-alat kontrasepsi itu untuk perempuan. Tapi ini tidak menutup upaya untuk menemukan alat kontrasepsi untuk laki-laki kecuali dengan cara sterilisasi,” ungkap Dr. Emi Nurjasmi, M.Kes selaku ketua Ikatan Bidan Indonesia.

Ia menambahkan, sebenarnya ada sterilisiasi pada pria yang disebut vasektomi. Akan tetapi, ini dilakukan dengan memotong saluran sperma pada pria sehingga sperma akan bercampur dengan air seni dan dapat mencegah kehamilan.

Baca juga: Menjanjikan, Pil KB Pria Ini Ditemukan Efektif dan Tanpa Efek Samping

Ditambah lagi ada kondom yang juga dapat mencegah kehamilan, meskipun menurut dia tidak terlalu efektif karena masih ada kemungkinan pada perempuan untuk hamil.

Senada dengan Emi, Andon Hestiantoro, SpOG(k) dari Divisi Imunoendokrinologi Reproduksi, Departemen Obstetri dan Ginekologi, RSCM berkata bahwa ada juga kerugian yang dialami pasangan ketika pria melakukan sterilisiasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Saya termasuk peneliti kontrasepsi pria cuma yang sampai sekarang belum ketemu, kenapa kalau perempuan diturunkan hormonnya, dia masih bisa beraktivitas, tapi kalau laki-laki diturunkan hormonnya, istrinya protes,” ujar Andon saat ditemui pada kegiatan Hari Kontrasepsi Sedunia, Selasa (25/09/2018) di Jakarta.

Penggunaan kontrasepsi hormonal pada pria, menurut Andon, juga bisa berlaku permanen. Artinya, ada kemungkinan pada pasangan untuk tidak dapat mempunyai anak lagi.

Baca juga: Peranan KB Wanita terhadap Kemapanan Keluarga

“Jadi gini, bagusnya pil KB pada perempuan itu kalau pengen punya anak, KB-nya bisa di-stop, bisa subur lagi. Nah, kalau pria langsung permanen, tapi kami terus mencari yang bisa membuat kesuburan pulih kembali. Tapi repotnya, ini sangat tergantung pada hormon, begitu hormon turun, produksi sperma juga turun, sehingga khawatir enggak bisa ‘siaga’ lagi,” ungkapnya sambil disambut gelak tawa.

Andon saat ini tengah mengembangkan alat kontrasepsi pada pria yang berfungsi sama dengan wanita, di mana pasangan masih dapat memperoleh keturunan ketika diinginkan.

Populasi masyarakat di Indonesia saat ini sudah mencapai angka 265 juta penduduk. Hal ini menyebabkan program perencanaan keluarga melalui kontrasepsi menjadi penting. Selain diterapkan pada perempuan, Emi juga berharap agar ke depannya ada kontrasepsi hormonal yang dapat digunakan oleh pria.

“Sekarang begini, okelah belum ada kontrasepsi untuk pria, tapi kami juga perlu dong dukungan para suami untuk mengajak dan mengizinkan istrinya untuk mengikuti program keluarga berencana,” tutup Emi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.