Cara Kita Pakai Internet Mungkin Ancam Satwa Liar, Kok Bisa?

Kompas.com - 17/09/2018, 14:01 WIB
Kukang Jawa sitaan Polda Jawa Barat dari sindikat perdagangan satwa dilindungi. (KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANA). Kontributor Bandung, Putra Prima PerdanaKukang Jawa sitaan Polda Jawa Barat dari sindikat perdagangan satwa dilindungi. (KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANA).

Prof Nekaris menyarankan bahwa kita harus waspada di media sosial.

"Instagram juga telah meluncurkan prakarsa, di mana pengguna yang mengunggah atau mencari gambar dengan tagar terkait diberikan pesan pop-up yang menggarisbawahi perlunya melindungi satwa liar dan lingkungan," ungkapnya.

Seperti permainan bisikan yang mendunia, konteks gambar dan video dapat hilang saat dibagikan, jadi penting untuk memikirkan apa yang Anda lihat. Jika itu dianggap membahayakan, laporkan gambar itu ke platform.

Anda juga dapat membuat dampak positif dengan membagikan dan mendiskusikan foto dan video dengan pesan konservasi yang kuat.

Baca juga: Internet Ancam Populasi Singa dan Kawan-kawan, Kok Bisa?

Banyak badan amal yang berusaha meningkatkan prospek spesies yang terancam punah hanya dapat beroperasi berkat perhatian dan pendanaan khalayak dunia maya global.

Bersama-sama kita dapat mengubah "aww" menjadi kesadaran, dan memberi binatang kesukaan di layar kita kesempatan untuk berjuang bertahan hidup di lingkungan mereka yang sebenarnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X