Mengenal Aye-aye, Primata Nokturnal Hampir Punah yang Baru Lahir di AS - Kompas.com

Mengenal Aye-aye, Primata Nokturnal Hampir Punah yang Baru Lahir di AS

Kompas.com - 14/09/2018, 12:20 WIB
Inilah Tonks, aye-aye yang baru lahir di kebun binatang Denver, AS, 8 Agustus 2018 lalu. Inilah Tonks, aye-aye yang baru lahir di kebun binatang Denver, AS, 8 Agustus 2018 lalu.


KOMPAS.com - 8 Agustus lalu, seekor aye-aye bernama Tonks baru saja lahir di kebun binatang Denver, Amerika Serikat. Hewan nokturnal berjenis kelamin betina ini punya mata bulat, bulu yang jarang, dan cakar yang sangat kurus.

Aye-aye (Daubentonia madagascariensis) adalah hewan nokturnal endemik di pulau Madagaskar. Dari wujudnya mereka memang lebih mirip hewan pengerat, tapi aye-aye diklasifikasikan sebagai hewan primata.

Saat ini, tidak ada yang tahu persis berapa banyak jumlah mereka di alam. Namun, Uni Internasional untuk Pelestarian Alam (IUCN) mengklasifikasikan aye-aye sebagai hewan terancam punah. IUCN memperkirakan, lebih dari setengah populasi mereka telah menghilang dalam tiga dekade terakhir dan mungkin setengah dari jumlah saat ini akan menyusul lenyap dalam dua dekade mendatang.

Seperti kasus spesies terancam punah lainnya, hilangnya populasi aye-aye juga disebabkan oleh hilangnya habitat dan perburuan liar.

Baca juga: Lebih dari 60 Persen Spesies Penyu Punah atau Terancam Punah

Ketika aye-aye tumbuh dewasa, tubuhnya kira-kira sebesar posum, hewan marsupial asli Australia, Papua Niugini, dan Sulawesi. Ia memiliki jari-jari panjang dengan jari tengah yang lebih panjang. Jari itu digunakan aye-aye untuk mengambil serangga dari rongga kayu.

Pemberian nama Tonks untuk si aye-aye mungil sebenarnya terinspirasi pada karakter di Harry Potter, Nymphadora Tonks.

Orangtua Tonks pun punya nama mirip tokoh fiksi. Induknya bernama Bellatrix yang diambil dari tokoh Bellatrix Lestrange di Harry Potter. Sementara ayah Tonks bernama Smeagol yang terinspirasi dari karakter Lord of the Rings.

Menurut staf kebun binatang Denver, Bellatrix awalnya agak kesulitan dalam merawat Tonks. Sebab itu, petugas kebun binatang membantu memberi makan Tonks dengan menggunakan semprotan kecil.

"Kami berjaga 24 jam penuh pada minggu pertama dan harus mengajari Bellatrix cara merawat bayi. Akhirnya kini Bellatrix sudah bisa menyusui dan berat badan Tonks naik. Saat ini kami hanya memantau dan memastikan semuanya berjalan dengan baik," ujar penjaga primata Becky Sturges, dilansir Live Science, Kamis (13/9/2018).

Baca juga: Termasuk Primata, Kenapa Lemur Madagaskar Ini Justru Mirip Tupai?

Di alam liar, aye-aye baru bisa berkembang biak saat berusia tiga sampai empat tahun. Setelah itu, setiap dua sampai tiga tahun sekali mereka akan melahirkan seekor anak.

Bayi aye-aye akan menyusui sampai tujuh bulan dan terus tinggal dengan induknya sampai berusia dua tahun sebelum membuat sarang di ranting pohon.

Smeagol dan Bellatrix adalah anak dari aye-aye yang dikirim pada akhir 1980-an dan awal 1990-an oleh Duke Lemur Center di Carolina Utara. Bellatrix lahir pada 2007 dan Smeagol lahir pada 2010.



Close Ads X