Penemuan yang Mengubah Dunia: Permen, Mulanya Persembahan untuk Dewa

Kompas.com - 13/09/2018, 21:18 WIB

Di masa perang seperti saat tersebut, gula dan permen dipercaya sebagai obat masalah pencernaan. Itu membuat kepopuleran permen makin meningkat.

Baca juga: Permen Sebabkan Batuk

Terlebih saat perang, masalah pencernaan sering terjadi akibat konsumsi makanan tidak segar dan seimbang. Untuk obat, biasanya permen juga dibuat dari bumbu dapur sepertu cengkeh, jahe, almond, dan biji pinus yang dicelupkan ke dalam gula cair.

Setelah memasuki Eropa, permen mulai dikenal di Amerika pada awal abad ke-18. Permen yang populer pada masa itu adalah permen batu yang terbuat dari gula kristal.

Bisnis permen mengalami perubahan drastis pada 1830-an ketika kemajuan teknologi dan ketersediaan gula mulai melimpah. Peningkatan penjualan didukung dari sektor pekerja dan anak-anak.

Permen penny melambangkan transformasi permen ini. Permen penny menjadi barang material pertama yang anak-anak habiskan dengan uang mereka sendiri.

Pada tahun 1847, penemuan mesin permen memungkinkan untuk menghasilkan banyak bentuk dan ukuran permen sekaligus.

Pada tahun 1851, pembuat kue mulai menggunakan panci uap berputar untuk membantu merebus gula. Transformasi ini berarti bahwa pembuat permen tidak lagi diperlukan untuk terus mengaduk gula yang mendidih.

Selain itu, alat ini memastikan panas dari permukaan wajan juga jauh lebih merata dan membuatnya kurang mungkin gula akan gosong.

Tahun-tahun setelahnya, beberapa produsen menghasilkan warna-warna cerah dalam permen. Sayangnya, zat yang digunakan untuk menghasilkan warna-warna tersebut terbilang berbahaya.

Ini karena belum adanya peraturan yang membatasi hal tersebut.

Tak hanya zat pewarna berbahaya, kandungan zat adiktif dalam permen juga menjadi persoalan.

Masa-masa setelah itu, penggunaan zat berbahaya dalam permen terus menjadi perhatian. Terutama karena kudapan yang satu ini adalah favorit anak-anak.

Baca juga: Pilot Angkatan Laut AS Ungkap Penemuan UFO Berbentuk Permen

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.