Bisakah Berenang di Air Dingin Sembuhkan Depresi?

Kompas.com - 13/09/2018, 18:33 WIB
Ilustrasi berenangmoodboard Ilustrasi berenang

KOMPAS.com - Depresi merupakan salah satu gangguan mental yang menjadi masalah utama kesehatan di dunia. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2017, lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia yang hidup dengan kondisi depresi.

Masalah ini kemudian menjadi perhatian banyak peneliti. Salah satunya adalah Dr Chris van Tulleken, pembawa acara The Doctor Who Gave Up Drugs.

Dr Tulleken percaya bahwa berenang di air dingin memiliki manfaat bagi kesehatan mental, salah satunya depresi.

Dirangkum dari BBC, Kamis (13/09/2018), laporan kasus pertama tentang manfaat berenang air dingin untuk pengobatan depresi telah diterbitkan dalam British Medical Journal Case Reports.

Hal ini kemudian sempat dibicarakan Dr Tulleken dengan Prof Mike Tipton dan Dr Heather Massey, keduanya ilmuwan di laboratorium lingkungan ekstrim di Universitas Portsmouth.

Hasil Diskusi

Hasil diskusi tersebut menunjukkan, olahraga luar ruangan dan pendampingan selama berenang bisa memperbaiki gejala dari depresi dan kecemasan.

Meski begitu, tim dari Universitas Portsmouth lebih percaya bahwa yang memberi efek adalah berendam di air dingin.

Pendapat tersebut muncul karena berendam di air dingin membangkitkan respons stres. Artinya, cara ini memicu serangkaian reaksi fisiologis dan hormonal yang berkembang jutaan tahun lalu untuk mengatasi berbagai ancaman potensial.

Respons yang dimaksud adalah peningkatan denyut jantung, tekanan darah, dan tingkat penapasan. Hal ini membuat hormon stres dilepaskan.

Baca juga: Sering Jadi Pemicu Bunuh Diri, Kenali Gejala Depresi Berikut

Namun, jika Anda berendam di dalam air dingin bersuhu kurang dari 15 Celcius secara berulang maka respons stres ini akan berkurang.

Ini disebut "adaptasi silang", di mana satu bentuk stres menyesuaikan diri dengan yang lain.

Melalui adaptasi silang ini, berenang air dingin mungkin dapat mengurangi respons stres kronis bersama dengan peradangan dan masalah kesehatan mental.

Halaman:



Close Ads X