Pakai Teknologi VR, Peneliti Australia Atasi Berbagai Kecanduan

Kompas.com - 12/09/2018, 19:34 WIB
Ilustrasi virtual realityThe Independent Ilustrasi virtual reality

MELBOURNE, KOMPAS.com - Satu dari lima orang di Australia diketahui menderita kecanduan yang tidak sehat. Untuk mengatasi itu, kini Monash Institute di Melbourne punya fasilitas penelitian otak yang dapat membantu pecandu mengatasi adiksi.

Di fasilitas tersebut, para peneliti memanfaatkan teknologi realitas virtual ( VR).

Salah satu yang mendapatkan pengobatan di fasilitas itu adalah Anna Bardsley, seorang pensiunan dan nenek dari dua cucu. Bardsley kehilangan 10 tahun hidupnya karena kecanduan judi mesin poker.

Mantan pengusaha perempuan itu tidak hanya mempertaruhkan tabungan sepanjang hidupnya, tapi juga kehilangan perkawinannya karena mesin judi.

"Saya tidak hanya kehilangan uang, tetapi waktu dan setiap kepingan harga diri saya," ujar Bradsley.

"Saya menyadari otak saya melakukan apa yang dia pikir saya ingin lakukan, jadi saya perlu melatihnya," sambungnya.

Fasilitas ciptaan Monash Institute di Melbourne ini menjadi pusat penelitian otak yang dirancang untuk membantu orang yang menderita kecanduan seperti Anna Bradsley.

Tanpa Obat

Fasilitas yang diberi nama BrainPark itu memanfaatkan neuroscience yang dipasangkan dalam program realitas virtual (VR).

Mereka mengandalkan latihan intensitas tinggi untuk mendiagnosis dan mengobati orang-orang yang menderita gangguan kompulsif, tanpa menggunakan obat-obatan.

"Terapi virtual reality adalah pengubah keadaan bagi penyakit mental," kata Dr Rebecca Seagrave, Direktur BrainPark.

"Alat ini dapat menempatkan seorang dokter, klien dan kebiasaan mereka bersama-sama dalam zona kecanduan yang realistis, di mana mereka dapat bekerja untuk melatih kembali tanggapan baru terhadap ganja, alkohol, perjudian, atau amfetamin," imbuhnya.

Halaman Berikutnya
Halaman:



Close Ads X