"Vampire Facial" Kim Kardashian Mungkin Bisa Picu HIV dan Hepatitis - Kompas.com

"Vampire Facial" Kim Kardashian Mungkin Bisa Picu HIV dan Hepatitis

Kompas.com - 12/09/2018, 17:00 WIB
Kim Kardashian lakukan perawatan Vampire FacialMedical Daily Kim Kardashian lakukan perawatan Vampire Facial


KOMPAS.com - Vampire facial treatment adalah perawatan wajah yang diklaim dapat mengurangi keriput dan masalah penuaan. Setelah Kim Kardashian melakukan perawatan ini beberapa tahun lalu, banyak klinik kecantikan yang menawarkan metode ini, termasuk di Indonesia.

Namun, belum lama ini Departemen Kesehatan New Mexico mengeluarkan pernyataan bahwa perawatan vampire facial atau dalam bahasa medis disebut platelet rich plasma (PRP) bisa memicu munculnya infeksi darah, termasuk HIV dan hepatitis.

Ahli menduga, HIV atau hepatitis dapat menyebar ke tubuh seseorang karena praktik yang tidak aman, khususnya dalam penggunaan jarum suntik.

Baca juga: Vampire Facial, Muluskan Wajah dengan Darah

Prosedur vampire facial memiliki dua tahapan. Pertama, terapis akan mengambil darah di tubuh pasien, kemudian diproses untuk memisahkan sel darah merah dengan plasma yang kaya trombosit dan faktor pertumbuhan (growth factor). Kemudian, plasma tersebut akan disuntikkan kembali ke wajah.

"Teorinya trombosit dan faktor pertumbuhan (growth factor) akan meremajakan kulit dan mamacu produksi kolagen sehingga wajah menjadi kenyal, kencang, dan mulus," ujar Dr Darren McKeown, seorang pakar kecantikan dari Inggris dilansir The Independent.

Namun, apabila praktik dilakukan dengan tidak aman justru dapat membahayakan nyawa pasien.

"Pasien dapat mengalami infeksi darah karena ditusuk jarum yang sudah terinfeksi atau karena penyimpanan jarum suntik yang tidak tepat," ujar Dr. Michael Landen, seorang epidemiologis dari Departemen Kesehatan New Mexico, dilansir Live Science, Selasa (11/9/2018).

Selain penyimpanan jarum yang tidak tepat, Landen mengatakan penanganan saat perawatan dan pembuangan jarum suntik yang masih menyisakah darah juga bisa berpengaruh.

Untuk meneliti lebih jauh hal ini, Departemen Kesehatan New Mexico memutuskan menutup gerai kecantikan yang menawarkan prosedur ini dan meminta semua orang yang melakukan prosedur pada bulan Mei dan Juni untuk melakukan tes HIV, Hepatitis B, dan Hepatitis C di Kantor Kesehatan Umum Midtown.

"Penyelidikan ini masih sangat awal dan belum dapat dipastikan. Kami sangat khawatir, untuk itu kami mendorong orang-orang yang pernah melakukan vampire facial untuk diuji," imbuh Landen.

Baca juga: Peneliti Temukan Bakteri yang Bisa Ubah Golongan Darah

Departemen Kesehatan New Mexico menduga infeksi darah bisa terjadi saat dilakukan pengambilan darah atau penyuntikan darah dengan jarum suntik.


Namun, pihaknya tidak menyebut praktik mana yang dapat menyebabkan infeksi.

Untuk diketahui, hepatitis B, hepatitis C, dan HIV dapat menyebar lewat cairan tubuh, termasuk darah.

Komentar
Close Ads X