Kompas.com - 06/09/2018, 20:06 WIB
Bidan Asri Dewi Wahyuningtyas, berfoto bersama para warga setelah melakukan penyuluhan soal pentingnya KB terhadap warga di desa Sambigede, Kecamatan Sumberpucung, Malang Rabu (05/09/2018) Bidan Asri Dewi Wahyuningtyas, berfoto bersama para warga setelah melakukan penyuluhan soal pentingnya KB terhadap warga di desa Sambigede, Kecamatan Sumberpucung, Malang Rabu (05/09/2018)

MALANG, KOMPAS.com – Secara umum, tingkat kesejahteraan perempuan di Indonesia sampai saat ini masih rendah.

Menurut data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) tahun 2017, 34,55 persen perempuan di daerah yang berusia 15 tahun ke atas hanya mampu menyelesaikan pendidikan sampai tingkat Sekolah Dasar saja dan 25,37 persen justru tidak menempuh pendidikan sama sekali.

Banyak dari mereka, memilih untuk menikah di usia muda dan bekerja sebagai ibu rumah tangga.

Hal ini berdampak pada minimnya kesadaran tentang perencanaan keluarga  atau KB yang terkait dengan bagaimana mengatur kehamilan melalui penggunaan kontrasepsi.

Padahal, perencanaan keluarga adalah salah satu cara bagi peremuan untuk memiliki masa depan dan kehidupan sosial dan ekonomi yang lebih baik.

Untuk itu kampanye penggunaan KB terus dilakukan banyak pihak. Salah satunya oleh Asri Dewi Wahyuningtyas, salah satu bidan di Malang.

"KB ini penting karena tujuan utamanya mensejahterakan wanita pada keluarganya," ungkap Asri saat ditemui Kompas.com pada program Duta Kontrasepsi Oral, Rabu (05/09/2018), di desa Sambigede, Malang.

"Karena kalau tidak ada KB, jangankan ibu bisa mengembangkan bakat atau minat yang dia punya, kegiatan sehari-hari ibu yang tidak KB akan fokus terhadap mengurus anak saja. Jadi dia tidak bisa ngapa-ngapain," sambung bidan yang telah mengabdikan diri selama 11 tahun itu.

Menurut Asri, pandangan masyarakat yang mengakatan bila banyak anak sama dengan banyak rezeki perlu digeser.

Baca juga: Benarkah Program KB bisa Bikin Gemuk?

Dia mengatakan, dengan banyaknya anak yang ada di dalam suatu keluarga justru dapat mematikan ruang gerak ibu untuk dapat berkarya dan membantu perekonomian keluarga.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.