Akan Kirim Astronot ke Antariksa pada 2022, Apa Saja Persiapan India?

Kompas.com - 17/08/2018, 08:00 WIB
Warga menyaksikan peluncuran satelit komunikasi Lembaga Penelitian Antariksa India (ISRO) GSAT-6A pada di Sriharikota, Andhra Pradesh. (AFP/Arun Sankar) Warga menyaksikan peluncuran satelit komunikasi Lembaga Penelitian Antariksa India (ISRO) GSAT-6A pada di Sriharikota, Andhra Pradesh. (AFP/Arun Sankar)

KOMPAS.com - Pada perayaan Hari Kemerdekaan India kemarin, Perdana Menteri Narendra Modi mengungkapkan misi negera tersebut untuk mengirim manusia ke ruang angkasa.

Misi tersebut rencananya akan dilaksanakan pada 2022.

Sebelum misi ini diungkapkan, Badan Antariksa India (ISRO) telah lama mengembangkan teknologi untuk penerbangan ruang angkasa manusia.

Dirangkum dari NDTV, Rabu (15/08/2018), hingga saat ini, mereka telah menghabiskan 173 crore Rupee atau setara dengan 360 miliar rupiah dalam kurs sekarang.

Rencana mengirim manusia ke ruang angkasa oleh ISRO pertama kali diluncurkan tahun 2008. Sayangnya, saat itu ekonomi dan roket India mengalami kemunduran.

Setahun sebelumnya, pada 2007, ISRO telah menguji teknologi re-entry (saat pesawat antariksa memasuki atmosfer Bumi kembali).

Hal itu dilakukan ketika mereka mengirimkan satelit seberat 550 kilogram ke orbit. Hasilnya cukup memusakan, satelit itu kembali dengan aman.

Selanjutnya, mereka menguji ubin silikon ringan. Benda itu direncanakan untuk melindungi setiap pesawat ruang angkasa saat memasuki atmosfer Bumi.

Kemudian pada 2014 lalu, India menguji Crew Module Atmospheric Re-entry Experiment (CARE).

Pengujian tersebut melibatkan kapsul antariksa seberat 3.745 kg. Benda tersebut adalah purwarupa modul kru yang akan digunakan astronot India.

Kapsul tersebut diluncurkan ke atmosfer pada penerbangan pertama dari GSLV Mk III, landasan milik ISRO. Benda itu kembali dengan selamat di Teluk Benggala.

Baca juga: Ini Alasan Astronot Eropa Harus Bisa Bahasa Mandarin

Sejak saat itu, ISRO juga melirik teknologi pakaian luar angkasa yang akan digunakan para astronotnya.

Awal tahun ini, tepatnya 5 Juli 2018, mereka melakukan Test Pad Abort. Saat itu mereka menguji modul kru seberat 12,5 ton untuk memastikan jika terjadi kecelakaan di landasan pacu kru bisa diselamatkan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber NDTV
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X