Gelombang Panas Eropa Bikin Flamingo Bertelur Lagi Setelah 15 Tahun

Kompas.com - 14/08/2018, 10:21 WIB
Berkat gelombang panas yang menyapu eropa sepanjang tahun, burung flamingo Andes yang langka bertelur lagi dalam 15 tahun. Berkat gelombang panas yang menyapu eropa sepanjang tahun, burung flamingo Andes yang langka bertelur lagi dalam 15 tahun.


KOMPAS.com - Selama Mei hingga Juni tahun ini, gelombang panas telah menyapu dataran Eropa. Mungkin fenomena ini tidak menyenangkan untuk manusia, namun hal sebaliknya justru dirasakan burung flamingo Andes.

Spesies yang sudah tergolong langka itu nampak bersemangat. Buktinya, enam burung flamingo Andes yang tinggal di cagar alam Wildfowl & Wetlands Trust (WWT) Slimbridge, Inggris barat daya, bertelur untuk pertama kalinya dalam 15 tahun terakhir.

Menurut keterangan resmi suaka margasatwa, burung cantik berwarna merah muda itu bisa bertelur lagi karena adanya gelombang panas. Fenomena ini mengingatkan mereka akan habitat alaminya yang panas dan lembab.

Total ada sembilan telur yang dikeluarkan burung merah muda cantik itu. Sayangnya, tak satu pun dari telur itu dibuahi, sehingga tidak menetas.

Baca juga: Aslinya Abu-abu, Kok Bulu Flamingo Berubah Warna Jadi Merah Muda?

Karena burung cantik itu tidak bisa melihat telurnya sendiri menetas, petugas akhirnya memberi telur dari kerabat dekat mereka, flamingo Chili, untuk dierami.

"Cara ini dapat memicu burung-burung lain untuk bertelur lebih banyak, dengan harapan semoga (mereka) bisa subur dan kemudian hari mau untuk mengerami telurnya," kata Mark Roberts, manajer avriculture di Slimbridge, dilansir Science Alert, Minggu (12/8/2018).

Meski tidak menetas, bertelurnya enam flamingo setelah hampir dua dekade adalah sesuatu yang perlu disyukuri.

"Ini adalah suatu kejutan indah dan menyenangkan. Sebelumnya kamu sudah membuatkan sarang khusus agar mereka bisa berkembang biak, tapi ternyata efek panas yang akhir-akhir ini muncul lebih berpengaruh," imbuhnya.

Flamingo Andes (Phoenicoparrus andinus) berasal dari dataran Andes, Argentima, Bolivia, Chili, dan Peru.

Menurut International Union for Conversation of Nature (IUCN), spesies ini masuk dalam kategori rentan terancam punah. Spesiesnya hanya tinggal 38.000 sampai 39.000 saat ini.

IUCN menggolongkan Andean flamingo sebagai spesies rentan punah karena hewan ini mengalami penurunan yang cepat selama tiga generasi terakhir karena eksploitasi dan penurunan habitat.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X