Kasus Langka, Perempuan AS Meninggal Setelah Digigit Anjing

Kompas.com - 13/08/2018, 17:35 WIB
Ilustrasi anjing menggigitimantsu Ilustrasi anjing menggigit

KOMPAS.com - Perempuan asal Wisconsin, AS tewas setelah digigit seekor anak anjing. Peristiwa tak terduga ini terjadi pada 19 Juni lalu.

Sehari setelahnya, Sharon Larson mulai merasa sedikit sakit. Perempuan 58 tahun tersebut bahkan merasa sangat lemah dan tidak bisa memegang segelas air.

Hal itu membuat suaminya, Daniel Larson melarikannya ke ruang gawat darurat.

Di rumah sakit, dokter menemukan bahwa perempuan itu mengalami gagal ginjal.

Pada 22 Juni, hasil tes darahnya postif terinfeksi capnocytophaga canimorsus. Bakteri tersebut adalah bakteri yang umum ditemukan di mulut anjing dan kucing.

Sebenarnya, bakteri ini jarang menyebabkan penyakit serius.

Namun sayangnya, nyawa Sharon tak tertolong meski dokter telah memberinya antibiotik.

Hal ini membuat kasus Sharon sangat mengherankan. Apalagi, sebelumnya, dilaporkan seorang pria di Wisconsin juga harus mengamputasi tangan dan kakinya akibat jilatan anjing.

Pria tersebut, Gereg Manteufel, juga terjangkit infeksi capnocytophaga.

Meski terjadi dua kasus di wilayah yang sama, para ahli kesehatan menekankan bahwa penyakit serius akibat capnocytophaga canimorsus sangat langka terjadi.

"Risiko yang ditimbulkan oleh anjing sangat rendah," ungkap Scott Weese, profesor di Ontario Veterinary College dikutip dari Huffington Post, Sabtu (11/08/2018).

"Sebagian besar anjing membawa bakteri ini di mulut mereka, tapi hanya sedikit orang yang jatih sakit (akibat bakteri tersebut)," tegasnya.

Kebanyakan orang yang mengalami sakit serius diakibatkan hewan berkaki empat itu menggigit atau menjilati mereka.

Baca juga: Kasus Langka, Lengan dan Kaki Pria Ini Diamputasi karena Liur Anjing

Air liur anjing yang berisi baketri tersebut kemungkinan mengontak kulit atau selaput lendir yang terluka.

Jennifer McQuiston, seorang dokter hewan dan ahli epidemiologi juga mengatakan, orang dengan kondisi tertentu rentan terhadap infeksi ini.

Dilansir dari New York Post, Kamis (10/08/2018), kondisi kesehatan yang dimaksud antara lain berusia 40 tahun ke atas, menderita alkoholisme, dan sistem kekebalan tubuh lemah.

Untuk itu, dia menyarankan pencegahan ekstra seperti menghindari gigitan. Jika terlanjur tergigit, McQuiston menyarankan untuk segera mencari pertolongan medis.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X