Hilang 500 tahun, Kitab Lyghfield Akhirnya Ditemukan Kembali - Kompas.com

Hilang 500 tahun, Kitab Lyghfield Akhirnya Ditemukan Kembali

Kompas.com - 11/08/2018, 18:08 WIB
Salah satu halaman dari Kitab LyghfieldCanterbury Cathedral Salah satu halaman dari Kitab Lyghfield

KOMPAS.com - Sebuah kitab seukuran saku dari abad ke-13 akhirnya dikembalikan ke perpustakaan Katedral Canterbury di Inggris setelah hilang selama 500 tahun.

Kitab yang disebut Kitab Lyghfield ini hilang pada abad ke-16 ketika Henry VIII memerintah Inggris dan memimpin Reformasi Inggris untuk memisahkan Gereja Inggris dari Gereja Katolik Roma. Pada saat itu, ratusan biara dibubarkan, termasuk Katedral Canterbury.

Katedral Canterbury sendiri telah menjadi tempat ibadah selama 1.400 tahun dan menjadi "gereja induk" dari Komuni Anglikan. Selain itu, katedral ini juga merupakan tempat tinggal Archbishop of Canterbury, pendeta senior di Gereja Inggris.

Dilansir dari Live Science, Rabu (08/08/2018), kitab Lyghfield dan sebagian besar dari 30.000 volume koleksi buku yang disimpan di katedral tersebut hilang pasca reformasi tersebut. Menurut pihak Katedral Canterbury, hanya 30 jilid dari koleksi asli yang masih tersimpan di perpustakaan.

Baca juga: Dipercaya sebagai Hasil Tulisan Malaikat, Apa Isi Kitab Raziel?

Siapa sangka bila pada bulan Juli 2018, Katedral menemukan kitab tersebut dijual di penjualan buku langka di London. Pihak gereja pun membelinya seharga 100.000 poundsterling atau sekitar 1,9 miliar rupiah dengan menggunakan dana hibah dari National Heritage Memorial Fund dan sumbangan lainnya.

Menurut Katedral, kitab ini diperkirakan dibuat di Paris yang pada abad pertengahan, dikenal sebagai salah satu pusat percetakan.

Kitab ini ditulis dalam bahasa Latin pada kertas perkamen dan didekorasi secara mendetail.

Saat ini, Lyghfield adalah satu-satunya kitab yang lengkap dalam koleksi buku abad pertengahan yang dimiliki katedral.

“Kitab ini memberi kesaksian tentang pergolakan Reformasi, masa yang mendefinisikan apa jadinya katedral hari ini, dan akan memiliki peran kunci dalam menceritakan kisah kita kepada pengunjung,” jelas Cressida Williams, Kepala Arsip dan Perpustakaan di Katedral Canterbury.

Lyghfield dan teks-teks kuno lainnya yang disimpan di Katedral sekarang masuk ke dalam Memory of the World Register UNESCO.


Komentar
Close Ads X