Hati-hati, Tidur Lebih dari 8 Jam Bisa Pengaruhi Kesehatan - Kompas.com

Hati-hati, Tidur Lebih dari 8 Jam Bisa Pengaruhi Kesehatan

Kompas.com - 11/08/2018, 17:09 WIB
IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi

KOMPAS.com - Hampir semua orang setuju kalau tidur cukup merupakan salah satu kunci untuk tetap sehat. Namun, Anda mulai harus berhati-hati jika jam tidur Anda terlalu lama.

Riset terbaru menemukan bahwa tidur lebih dari delapan jam terkait dengan risiko masalah jantung dan bahkan kematian.

Memang pola tidur itu tidak akan langsung berujung pada kematian, tetapi menghabiskan malam dengan tidur lebih lama bisa menjadi sebuah tanda atau gejala yang mendasari masalah kesehatan.

Itulah mengapa tim peneliti mengungkapkan jika kita harus lebih memperhatikan pola tidur yang berlebih. Peneliti juga merekomendasikan untuk tidur hanya selama 7-8 jam di malam hari untuk mengurangi risiko masalah kesehatan di masa depan.

"Temuan kami memiliki implikasi yang penting sebagai dokter yang harus memberikan pertimbangan mengenai durasi tidur dan kualitas selama konsultasi," ujar Chun Shing Kwok, salah satu anggota tim riset.

"Jika tidur lebih dari 8 jam atau lebih lama lagi, dokter akan menyarankan skrining untuk faktor risiko jantung atau gangguan tidur," tambahnya.

Baca juga: Bukti Baru, Begadang Tingkatkan Risiko Kematian Dini

Hasil penelitian ini merupakan analisis dari 74 penelitian yang melibatkan lebih dari 3 juta peserta. Penelitian tersebut mencatat durasi tidur serta kualitas yang dilaporkan partisipan secara mandiri, serta risiko kematian dan juga kesehatan jantung.

Analisis kemudian menemukan jika durasi tidur rata-rata 10 jam semalam berhubungan dengan 30 persen peningkatan kematian dini dibandingkan dengan orang yang tidur selama 7 jam semalam.

Tidur rata-rata 10 jam semalam juga ditemukan berkaitan dengan 56 persen peningkatan risiko kematian karena stroke, dan 49 persen peningkatan risiko kematian penyakit jantung.

Sementara itu, kualitas tidur yang buruk berhubungan dengan peningkatan penyakit jantung koroner sebanyak 44 persen.

Baca juga: Terbukti, Internet Ambil Bagian dalam Masalah Kurang Tidur

Akan tetapi, studi ini juga memiliki keterbatasan. Sebab, kebiasaan tidur para partisipan dilaporkan secara mandiri, bukan dilakukan pengukuran di laboratorium sehingga bisa saja tidak akurat sepenuhnya.

Ditambah lagi, mungkin ada kondisi fisik atau mental lain yang tidak tercatat dalam studi yang bisa berefek pada pola tidur serta risikonya. Juga ada begitu banyak faktor yang mempengaruhi tidur, mulai dari pola kerja hingga lingkungan selama 24 jam.

Hal itulah rupanya yang membuat peneliti tidak bisa mengatakan secara pasti bahwa tidur lebih dari delapan jam menyebabkan kematian dini. Namun ini bisa menjadi sebuah peringatan yang harus kita waspadai.

Riset telah dipublikasikan di Journal of the American Heart Association.



Close Ads X