Bukan Racun, di Tangan Peneliti Arsenik Bisa Bantu Sembuhkan Kanker

Kompas.com - 10/08/2018, 20:00 WIB
ilustrasi kanker ilustrasi kanker

KOMPAS.com - Arsenik sejak lama dikenal sebagai racun. Tapi para peneliti di Boston, AS punya pemikiran lain.

Mereka berpikir unsur kimia ini justru bisa menyelamatkan banyak nyawa terkait kanker.

Ya, para ilmuwan dari Pusat Kanker di Beth Israel Deaconess Medical Center mencoba membuat arsenik untuk membantu mengobati kanker.

Tentu bukan hanya arsenik yang dijadikan sebagai obat, melainkan dikombinasikan dengan obat kanker lain.

Dalam laporan di jurnal Nature Communications, para ilmuwan berharap bisa meningkatkan strategi pengobatan baru untuk beberapa jenis kanker.

Sebagai informasi, arsenik sebenarnya secara alami telah lama digunakan sebagai obat. Menurut Program Penelitian Toxic Metals Superfund dari Dartmouth University, unsur itu adalah pengobatan efektif pertama untuk sifilis.

Selain itu, arsenik juga digunakan untuk mengobati infeksi bakteri dan parasit sebelum penemuan antibiotik.

Dalam penelitian terbaru, para peneliti menggunakan arsenik trioksida, bahan yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA).

Mereka mengkombinasikannya dengan asam trans-retinoic, obat untuk leukemia promyelocytic akut.

Kombinasi obat tersebut bertindak melawan Pin1, enzim dalam tubuh yang ketika dihalangi bisa mengobati kanker. Pin1 ini mengaktifkan lebih dari 40 protein yang bisa mendorong kanker dan menonaktifkan 20 protein yang menekan tumor.

Perwatan baru ini juga mampu menghambat beberapa jalur penggerak kanker serta menghilangkan sel induk kanker. Ini berkaitan karena arsenik mengikat, menghambat, dan menurunkan Pin1.

Baca juga: [HOAKS] Minum Jeruk Habis Makan Udang Bikin Keracunan Arsenik

Artinya, arsenik bisa membantu meningkatkan efek dari asam trans-retinoic.

Halaman:



Close Ads X