Susuri Pantai, Guru Australia Temukan Gigi Hiu Berusia 25 Juta Tahun - Kompas.com

Susuri Pantai, Guru Australia Temukan Gigi Hiu Berusia 25 Juta Tahun

Kompas.com - 10/08/2018, 18:33 WIB
Fosil gigi hiu purba, Carcharocles angustidens Fosil gigi hiu purba, Carcharocles angustidens

KOMPAS.com - Apa yang mungkin terjadi ketika kita berjalan-jalan ke pantai? Mungkin kaki kita akan basah terkena ombak atau menemukan cangkang kerang di pasir pantai.

Namun, hal berbeda dialami oleh seorang guru di Australia, Phillip Mullaly.

Saat berjalan di sepanjang pantai di Victoria, Australia dia melihat sebuah kilatan di batu besar. Temuannya adalah fosil gigi hiu purba.

"Saya langsung bersemangat, itu sempurna dan saya tahu itu adalah penemuan penting yang perlu dibagikan dengan orang lain," ungkap Mullaly dikutip dari CNet, Rabu (08/08/2018).

Fosil gigi yang dia temukan berukuran 7 sentimeter. Gigi ini merupakan milik salah satu pemangsa laut terbesar yang pernah hidup, yaitu Carcharocles angustidens.

Hiu tersebut hidup sekitar 25 juta tahun lalu. Seperti ukuran giginya yang besar, ukuran hiu ini bisa mencapai ukuran 9 meter.

Artinya, hiu tersebut dua kali lebih besar dibanding Hiu Putih Besar.

"Saya sedikit terkejut sebenarnya karena saya melihatnya dan saya pikir ini terlihat seperti utuh, seperti itu baru saja jatuh dari mulut hiu padahal telah berusia 25 juta tahun," kata Mullaly dilansir dari Fox News, Kamis (09/08/2018).

Temuan fosil gigi hiu purba ini sangat penting. Pasalnya, mayoritas tubuh hiu purba itu terdiri dari tulang rawan.

Dengan kata lain, tubuh hiu tersebut tidak bisa membatu atau membentuk fosil.

Dengan penemuan ini, para ahli bisa memahami bagaimana hiu purba tersebut hidup.

Baca juga: Nelayan AS Tak Sengaja Tangkap Hiu Putih Besar

"Gigi-gigi ini sangat penting secara internasional, karena gigi ini mewakili salah satu dari tiga pengelompokkan gigi Carcharocles angustidens di dunia, dan set pertama yang pernah ditemukan di Australia,” Dr. Erich Fitzgerald, Kurator Senior Vertebrata Palaeontologi di Museum Victoria.

Selain itu, temuan Mullaly sangat langka. Itu karena sebagian besar fosil hiu terdiri dari satu gigi, sebagian besar karena hiu terus-menerus kehilangan gigi sepanjang hidup mereka.

Sejak Desember 2017 hingga Januari 2018, Mullaly membantu tim dari Museum Victoria mencari fosil gigi hiu purba lainnya.

Hasilnya, mereka menemukan lebih dari 40 gigi milik Carcharocles angustidens.

Selain dari spesies tersebut, tim juga menemukan gigi milik hiu lain termasuk hiu sixgill, yang masih hidup saat ini.

Saat ini, gigi-gigi tersebut berada di Museum Melbourne untuk dipajang dalam Pekan Sains Nasional.



Close Ads X