Bayi di Inggris Punya Gigi Sejak Lahir, Ini Pelajaran untuk Kita - Kompas.com

Bayi di Inggris Punya Gigi Sejak Lahir, Ini Pelajaran untuk Kita

Kompas.com - 08/08/2018, 20:30 WIB
Isla-Rose Heasman, bayi yang lahir dengan gigi kecil yang tumbuh di rahang bawahnya. Isla-Rose Heasman, bayi yang lahir dengan gigi kecil yang tumbuh di rahang bawahnya.

KOMPAS.com - Umumnya gigi bayi baru tumbuh saat usia enam bulan ke atas. Namun, seorang bayi bernama Isla-Rose Heasman di Inggris sudah memiliki satu gigi sejak lahir.

Orangtua Isla-Rose membawa putrinya ke dokter gigi saat berusia 12 hari. Saat itu juga, dokter langsung memutuskan untuk mencabut giginya setelah mengolesi krim di gusi agar tidak sakit.

Menurut Dr. Homa Amini, kasus gigi tumbuh pada bayi baru lahir atau kasus gigi natal seperti Isla-Rose sangat jarang terjadi.

Amini yang adalah profesor kedokteran gigi anak klinis di Ohio State University College of Dentistry dan tidak terlibat dalam kasus Isla-Rose mengatakan, gigi natal merupakan gigi yang tumbuh sejak bayi lahir.

Sedangkan gigi neonatal merupakan gigi yang tumbuh dalam 30 hari pertama sejak kelahiran. Kedua kasus di atas sangat jarang terjadi.

Baca juga: Kenapa Udang Ini Hobi Membersihkan Gigi Para Penyelam?

Amini mengatakan, tumbuhnya gigi natal hanya ditemukan pada 1 dari 2.500 kelahiran.

Menurut tinjauan gigi natal yang terbit di Indian Journal of Dentistry tahun 2012, sekitar 15 persen kasus gigi natal ada kaitannya dengan genetika. Ini artinya, entah orangtua bayi, saudara kandung, atau keluarga dekat juga pernah memiliki gigi natal di masa lalunya.

" Gigi natal umumnya tumbuh dengan sedikit atau tidak memiliki akar sama sekali, jadi gigi itu mudah goyang dan bisa berakibat buruk pada bayi, bila sewaktu-waktu gigi tanggal dan tertelan. Gigi ini juga menyulitkan bayi saat menyusu," tulis laporan tersebut.

Saat gigi natal ataupun neonatal tumbuh, warna enamelnya bukan putih tetapi kuning kecokelatan dan email gigi bisa rusak karenanya.

Untuk alasan tersebut, maka dokter akan mencabut gigi natal ataupun gigi neonatal pada bayi, seperti yang dilakukan pada bayi Isla-Rose.

"Setelah gigi (natal atau neonatal) dicabut, gigi susu yang baru tidak akan tumbuh sampai anak berusia enam atau tujuh tahun. Gigi yang lainnya tetap tumbuh, anak hanya tidak akan memiliki gigi di tempat gigi natal tumbuh," jelas Amini kepada Live Science, dilansir Selasa (7/8/2018).

Baca juga: Arkeolog Temukan Gigi Susu Berusia 560.000 Tahun di Perancis

Sebagian budaya mempercayai tumbuhnya gigi natal pada bayi merupakan pertanda, ada budaya yang mempercayai sebagai keberuntungan dan ada yang mempercayainya sebagai pertanda buruk.

Sejarawan Romawi Titus Livius (lahir 59 SM) menganggap tumbuhnya gigi natal pada bagi sebagai pertanda akan adanya bencana. Sedangkan, Plinius yang Tua (lahir 23 M) menganggap gigi natal pada bayi laki-laki adalah pertanda keberuntungan, sementara gigi natal pada bayi perempuan adalah kabar buruk.

Di masa lalu, orang-orang Inggris pun percaya bahwa bayi yang lahir dengan gigi natal ditakdirkan menjadi tentara terkenal, sementara orang-orang Perancis dan Italia menganggap kasus gigi Natal sebagai keberuntungan.

Namun, orang-orang di China, Polandia, India, dan Afrika menganggapnya bayi dengan gigi natal sebagai pembawa kemalangan.



Close Ads X