Kompas.com - 08/08/2018, 14:03 WIB
Ilustrasi gelombang panas shutterstockIlustrasi gelombang panas

KOMPAS.com - Sebuah laporan penelitian terbaru mengungkapkan prediksi tak terduga tentang keadaan China 50 tahun mendatang.

Dalam laporan yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications, para peneliti merinci pengaruh perubahan iklim di wilayah utara China, tempat kota besar Beijing dan Tianjin berada.

Menurut laporan tersebut, wilayah tersebut akan menghangat dengan cepat.

Padahal, kota-kota besar di daerah tersebut merupakan salah satu tempat paling padat penduduk di Bumi.

"Tempat ini akan menjadi tempat terpanas untuk gelombang panas yang mematikan di masa depan, terutama di bawah pengaruh perubahan iklim," ungkap Profesor Elfatih Eltahir, pemimpin penelitian ini dikutip dari News.com.au, Kamis (02/08/2018).

Kelembapan Turut Berperan

Dari data prediksi dalam temuan tersebut, gelombang panas ini akan menjadi yang terburuk di Bumi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bahkan, meski di tempat teduh, panas dan tingginya kelembapan pada 2070 bisa membunuh manusia hanya dalam waktu 6 jam.

Dengan kata lain, masalah yang dihadapi bukan hanya panas tapi tingginya kelembapan udara di wilayah itu.

Para peneliti menyebut fenomena itu sebagai suhu "bola basah".

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.