Lawan Masalah Plastik, Ahli Kembangkan Bioplastik dari Sarang Lebah - Kompas.com

Lawan Masalah Plastik, Ahli Kembangkan Bioplastik dari Sarang Lebah

Kompas.com - 08/08/2018, 13:04 WIB
 Lebah Banksia membuat sarang menyerupai serabut tipis transparan untuk anaknya.

Lebah Banksia membuat sarang menyerupai serabut tipis transparan untuk anaknya.

KOMPAS.com - Para peneliti dari Humble Bee berusaha memanfaatkan sarang lebah jenis Banksia untuk menghasilkan plastik alami yang kedap air dan tahan api.

Perusahaan yang bermarkas di Selandia Baru ini ingin menciptakan alternatif bahan plastik untuk kepentingan industri.

Pendiri Humble Bee Veronica Harwood-Stevenson, mengumpulkan lebah Banksia (Hylius nubilosus) dari Queensland bersama peternak lebah setempat Chris Fuller.

Penelitiannya ingin memahami kandungan dari lapisan sarang lebah.

Baca juga: Mamalia Darat Terbesar di Muka Bumi Ternyata Takut Lebah

" Lebah hitam ini berukuran kecil, biasa kita lihat di halaman rumah," katanya.

Veronica mengaku, usahanya ini bermula setelah ia membaca artikel tentang lebah yang melapisi sarangnya dengan material yang bisa dikembangkan sebagai bioplastik.

Bersama tim peneliti, Veronica kemudian berupaya membuat produk plastik secara biologis.

Salah satunya Phil Lester, seorang profesor biologi di Victoria University of Wellington.

Para peneliti memeriksa DNA lebah Banksia untuk mengidentifikasi gen yang memungkinkan lebah ini mampu membuat bioplastik.

"Yang kami lakukan sama seperti ketika orang membuat insulin pada tahun 1970-an. Saat itu gen insulin dimasukkan ke dalam bakteri E. coli kemudian diproduksi secara massal," kata Veronica lagi.

"Kami tidak akan menggunakan lebah betulan melainkan hanya mempelajari genetikanya," jelasnya.

Sebagian penelitian dilakukan di Queensland dan sisanya dilakukan di Selandia Baru.

Menurut dia, Selandia Baru tak memiliki keahlian atau peternakan lebah asli.

Meskipun masih dalam tahap awal, Veronica optimistis langkah untuk menciptakan bioplastik dengan metode ini bisa terlaksana.

"Sampah plastik sudah jadi masalah besar dan kami harap bisa ambil bagian untuk menciptakan solusi," katanya.

Baca juga: Studi Ungkap Plastik Turut Sebabkan Perubahan Iklim

Menurut Veronica plastik akan selalu dibutuhkan. Banyak industri menggunakan plastik sebagai bahan yang tidak tergantikan.

" Plastik itu penting dalam banyak industri di Australia. Kita tidak bisa berhenti menggunakannya," ujarya.

Dia berharap bioplastik yang kemungkinannya siap dijual dalam lima tahun mendatang dan dapat memasok kebutuhan industri.



Close Ads X