Inilah Rahasia Kesuksesan Kutu Daun, Bisa Memanipulasi Makanannya - Kompas.com

Inilah Rahasia Kesuksesan Kutu Daun, Bisa Memanipulasi Makanannya

Kompas.com - 06/08/2018, 20:35 WIB
Ini adalah gambar wabah kutu yang menyerang kuncup daun tanaman tansy. Ini adalah gambar wabah kutu yang menyerang kuncup daun tanaman tansy.

KOMPAS.com – Kutu daun, termasuk dalam golongan serangga yang merugikan tanaman. Serangga ini hidup berkoloni yang besar, dan uniknya betina dari kutu daun ini tidak memerlukan serangga jantan untuk dapat berkembangbiak.

Terlepas dari kemampuannya untuk berkembangbiak tanpa bantuan pejantan, apa faktor lain yang menyebabkan kutu daun dapat bereproduksi secara sukses?

Dilansir dari Science Daily, Profesor Caroline Müller dan tim dari Bielefeld University, menemukan bahwa kutu daun dapat memanipulasi kualitas makanan mereka, dan memungkinkan mereka untuk membangun relung ekologi pada inang.

Ada berbagai jenis spesies kutu daun dan semuanya memakan getah tanaman yang disebut getah floem. Nilai gizi dari getah floem ditentukan oleh konsentrasi gula dan komposisi asam amino.

Baca juga: Temuan Baru, Kutu Busuk Sebabkan Masalah Kesehatan

Sebelumnya, tidak diketahui bagaimana kualitas getah tanaman berubah pada bagian tanaman tertentu setelah serangan kutu, bagaimana perubahan dalam kualitas ini mempengaruhi perkembangan kutu daun, dan bagaimana kutu daun dapat mengubah komposisi getah tanaman.

Professor Dr Caroline Müller, ahli biologi dari Bielefeld University, adalah yang pertama menegaskan bahwa serbuan kutu dapat mengubah komposisi dari getah tanaman.

Sebagai contoh, kutu daun yang ditempatkan pada batang di dekat tunas dapat mengubah komposisi gula dan asam organik di dalam getah.

Kemudian infestasi spesies kutu pada daun tua dapat meningkatkan konsentrasi asam amino pada tanaman.

Baca juga: Berusia 99 Juta Tahun, Kutu Drakula Ini Mengisap Darah Dinosaurus

Namun ini tergantung dari spesies kutu daun apa yang menetap di sana dan bagian mana yang ditinggalinya.

Hasil temuan ini diperoleh dengan menempatkan kutu daun pada bagian yang berbeda di tumbuhan Tansy, mulai dari dekat dengan tunas, daun muda, dan daun tua. Kemudian, para peneliti menentukan pertumbuhan populasi kutu daun di lokasi tersebut.

Tidak hanya itu, para ahli biologi juga mengumpulkan getah tanaman dan menganalisis komposisi kimia yang terkandung di dalamnya.

Fenomena lainnya, menurut Ruth Jakobs, asisten peneliti di Fakultas Biologi dari universitas yang sama, spesies kutu yang berkembang baik pada batang dekat tunas dan spesies lain yang berproliferasi pada daun tua dapat meningkatkan kualitas getah tanaman sesuai dengan bagian tanaman dimanfaatkan.

Oleh karena itu, kutu daun membangun relung ekologi sedemikian baik untuk keuntungan mereka sendiri.

"Kita dapat berasumsi bahwa kutu daun berperilaku dengan cara yang mirip dengan berang-berang yang menetap di bendungan yang telah mereka bangun sendiri," jelas Müller.



Close Ads X