Kompas.com - 02/08/2018, 11:46 WIB

Secara terpisah, ahli serangga dalam program tersebut, Warsito Tantowijoyo, mengatakan masih perlu waktu dan proses untuk mengetahui efektivitas penyebaran nyamuk-nyamuk ber-Wolbachia.

Menurutnya, pengambilan kesimpulan mungkin pada 2019 mendatang.

Sebagaimana dikutip di laman UGM, kasus DBD di Kota Yogyakarta sepanjang 2017 mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Baca juga: Kisruh Vaksin DBD Dengvaxia, BPOM Beri Penjelasan

Hingga Oktober 2017, terdapat 383 kasus dengan dua pasien yang meninggal dunia.

"Menurunnya jumlah kasus tersebut kemungkinan besar dipengaruhi adanya program penyebaran nyamuk ber-Wolbachia yang disebar di 12 wilayah di kota Yogyakarta sejak pertengahan tahun lalu. Penyebaran nyamuk ber-Wolbachia masih berlangsung hingga akhir tahun 2019 ini," sebut laman UGM.

Meski begitu, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kota Yogyakarta, Yudiria Amelia, belum berani menyimpulkan penurunan jumlah kasus DBD tersebut berkat program pelepasan nyamuk-nyamuk ber-Wolbachia oleh UGM.

Menurutnya, penurunan kasus DBD juga dipengaruhi faktor cuaca yaitu curah hujan yang turun tahun ini tidak begitu merata sepanjang musim.

"Kami belum bisa menyimpulkan apakah ini hasil dari EDP, apalagi penelitian ini masih berlangsung. Kalau kita lihat hujan yang turun tahun ini tidak merata seperti tahun-tahun sebelumnya, saya kira bisa menjadi faktor menurunnya kasus DBD," kata Yudiria Amelia kepada wartawan di kampus UGM.

Pada Januari hingga mei 2018, kasus DBD di Kota Yogyakarta mencapai 40 kasus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.