970 Kota di Seluruh Dunia Hadapi Suhu Ekstrem pada 2050, Ini Solusinya

Kompas.com - 30/07/2018, 17:00 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.


KOMPAS.com — Regina Fleischmann dan Anna Düssel dari Universitas PBB, Bonn, Jerman, mendatangi setiap rumah penduduk di kawasan pusat kota Bonn untuk meneliti dampak suhu panas.

Studi yang dipimpin Matthias Garschagen, Kepala Institut Lingkungan dan Keamanan Manusia di Universitas PBB, Bonn, menyelidiki kondisi kehidupan masyarakat dan persepsi mereka tentang panas ekstrem.

Penelitian ini bertujuan mencari solusi agar manusia bisa beradaptasi dengan suhu panas, lewat 800 penduduk kota Bonn yang dilibatkan.

Baca juga: Bukti Baru, Gelombang Panas Bikin Otak Susah Berpikir

Negara-negara bersuhu lebih dingin, terkena dampak

Walaupun suhu panas yang ekstrem tidak menjadi fenomena yang biasa diasosiasikan dengan negara-negara Eropa Utara seperti Jerman, yang suhunya bisa sangat rendah di musim dingin, kawasan itu juga terkena dampak meningkatnya suhu bumi.

Tahun 2003, sekitar 7.000 orang meninggal di Jerman akibat gelombang panas yang menyapu Eropa. Sejak saat itu gelombang panas meninggalnya sekitar 70.000 orang meninggal.

Walaupun beberapa hari di mana suhu udaranya tinggi tidak tampak berbahaya, bagi orang-orang yang dalam kondisi rentan, misalnya orang-orang berusia lanjut, orang sakit, orang miskin, perempuan hamil dan anak balita, itu bisa fatal.

"Salah satu risiko selama berlangsungnya gelombang panas adalah, banyak orang tidak sepenuhnya mengerti bahaya suhu tinggi," kata Garschagen.

Ia mengatakan, memang orang tahu bahwa suhu tinggi harus ditanggapi dengan serius, tapi di lain pihak, jika dikemukakan bahwa ekspektansi suhu tinggi seharusnya mengubah tingkah laku orang, tanggapan masyarakat tidak positif.

Kota-kota memerangi "efek pulau panas'

Gelombang panas jadi tren serius terutama di perkotaan yang suhunya meningkat lebih cepat daripada di tempat lain. Salah satu faktornya adalah "efek pulau panas".

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X