Kompas.com - 29/07/2018, 09:09 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.

KOMPAS.com - Selama ini kita tahu bahwa Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sering kali memberi anjuran terkait konsumsi ikan.

Bahkan, Susi tak segan meminta masyarakat makan ikan melalui cuitan akun twitternya.

Ternyata tak hanya Susi yang sering menganjurkan hal ini. Asosiasi Jantung Amerika juga melakukan hal yang sama.

Mereka menganjurkan makan ikan setidaknya dua kali dalam seminggu sebagai bagian pola makan yang sehat. Makan ikan sebagai pola makan yang baik dibuktikan oleh sebuah riset terbaru.

Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa manusia purbakala mungkin telah mengetahui manfaat makan ikan bagi kesehatan.

Menurut para pakar, ikan adalah sumber protein utama bagi manusia dari Zaman Batu yang hidup di Skandinavia selatan.

Jika ingin mengikuti diet Paleo yang otentik, yang berdasarkan apa yang dimakan nenek moyang kita dulu, maka kita harus memusatkan perhatian pada ikan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para peneliti dari Universitas Lund mengatakan itulah yang dimakan manusia yang hidup di Zaman Batu di Skandinavia sekitar 10.000 tahun yang lalu.

Temuan ini didapat setelah mengadakan analisis kimia atas tulang-tulang kerangka dari lebih 80 manusia prehistorik, yang ditemukan di Skandinavia.

"Apa yang kita makan menentukan siapa kita," ungkap Adam Boethius, pakar tulang dari Universitas Lund.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.