Trik Tangkap Gerhana Bulan Saat Berwarna Darah dengan "Smarthphone"

Kompas.com - 26/07/2018, 21:03 WIB
Penampakan bulan saat terjadinya gerhana bulan total atau super blue blood moon, di sela bendera AS, San Fransisco, California, Rabu (31/1/2018) malam. Warga di berbagai belahan dunia antusias menyaksikan fenomena langka yang terjadi bertepatan saat bulan berada dalam konfigurasi supermoon dan blue moon ini terjadi sekitar dalam kurun waktu 150 tahun sekali. AFP PHOTO/JOSH EDELSONPenampakan bulan saat terjadinya gerhana bulan total atau super blue blood moon, di sela bendera AS, San Fransisco, California, Rabu (31/1/2018) malam. Warga di berbagai belahan dunia antusias menyaksikan fenomena langka yang terjadi bertepatan saat bulan berada dalam konfigurasi supermoon dan blue moon ini terjadi sekitar dalam kurun waktu 150 tahun sekali.


KOMPAS.com - Menjadi fenomena gerhana bulan total (GBT) terlama sepanjang abad 21, sayang kalau kita sampai melewatkan momen ini dan tidak mengabadikannya.

Apalagi, di malam itu banyak fenomena langit lain yang mengikuti. Mulai dari fenomena minimoon, oposisi Mars yang terlihat lebih terang, dan puncak hujan Piscis Austrinids yang tergolong hujan meteor periodik.

Untuk mengabadikan gerhana bulan total atau blood moon, idealnya memakai kamera DSLR atau mirrorless dengan lensa telefoto.

Jika Anda tidak memiliki kamera DSLR atau mirrorless dengan lensa telefoto, jangan berkecil hati. Anda tetap dapat menggunakan kamera dari ponsel.

Baca juga: Tips Memotret Super Blue Blood Moon dengan Smartphone

Syaratnya, ponsel dilengkapi fitur long exposure sehingga bisa menangkap cahaya merah bulan saat gerhana.

Long exposure merupakan durasi kamera untuk menangkap momen.

"Gunakan kecepatan rana rendah dengan pencahayaan beberapa detik tergantung iso dan diafragma," jelas Mutoha Arkanuddin, pembina Jogja Astro Club kepada Kompas.com, Kamis (26/7/2018).

Ponsel yang mendukung fitur foto manual, disarankan Mutoha untuk memasang aplikasi seperti FV-5 atau sejenisnya.

"Akan lebih menarik, jika saat memotret dibarengi dengan turunnya hujan meteor dengan foreground merahnya bulan saat total. Catatan, gunakan cakupan yang lebar," imbuhnya.

Selain cara di atas, beberapa trik di bawah ini juga bisa diikuti:

Menggunakan iPhone

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X