5 Fenomena Memukau yang Bisa Dilihat pada Gerhana Bulan Total 28 Juli - Kompas.com

5 Fenomena Memukau yang Bisa Dilihat pada Gerhana Bulan Total 28 Juli

Kompas.com - 25/07/2018, 21:05 WIB
Kombinasi penampakan bulan saat terjadinya gerhana bulan total atau super blue blood moon, di Islamabad, Pakistan, Rabu (31/1/2018) malam. Warga di berbagai belahan dunia antusias menyaksikan fenomena langka yang terjadi bertepatan saat bulan berada dalam konfigurasi supermoon dan blue moon ini terjadi sekitar dalam kurun waktu 150 tahun sekali.AFP PHOTO/AAMIR QURESHI Kombinasi penampakan bulan saat terjadinya gerhana bulan total atau super blue blood moon, di Islamabad, Pakistan, Rabu (31/1/2018) malam. Warga di berbagai belahan dunia antusias menyaksikan fenomena langka yang terjadi bertepatan saat bulan berada dalam konfigurasi supermoon dan blue moon ini terjadi sekitar dalam kurun waktu 150 tahun sekali.

KOMPAS.com - Sabtu (28/07/2018) mendatang, warga Indonesia akan bisa menyaksikan gerhana bulan total (GBT) atau bulan darah.

Seperti yang kita ketahui, setiap fenomena gerhana bulan total selalu istimewa. Bagitu pula yang akan kita lihat hari Sabtu mendatang.

Namun, apa saja keunikan dan keistimewaan gerhana bulan kali ini?

1. Terlama pada Abad 21

"Durasi gerhana secara keseluruhan adalah 6 jam 14 menit," kata Marufin Sudibyo, astronom amatir kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Jumat (06/07/2018).

Bahkan, gerhana kali ini disebut-sebut sebagai blood moon terpanjang pada abad ke-21.

Artinya, gerhana bulan serupa hanya akan bisa ditemui 100 tahun lagi. Tepatnya pada 9 Juni 2123.

2. Gerhana Sekaligus Minimoon

Berbeda dengan gerhana bulan sebelumnya yang bersamaan dengan Supermoon, GBT kali ini bertepatan dengan Minimoon.

Saat puncak gerhana nanti, jarak Bumi dan Bulan diperhitungkan sebesar 406.100 kilometer. Artinya, ini lebih jauh dari jarak Bumi dan Bulan biasanya yang hanya 384.400 kilometer.

"Secara tak resmi Bulan dengan fase purnama yang bertepatan atau hampir bertepatan dengan saat Bulan menempati titik apogee-nya dikenal sebagai Minimoon," kata Marufin.

3. Fenomena Paras Bulan yang Kebiruan

Meski GBT selalu identik dengan warna merah darah, tapi ada yang istimewa kali ini. Itu adalah warna biru di paras bulan.

Baca juga: Ini Alasan Kenapa Gerhana Bulan Total Disebut Blood Moon

"Sapuan warna biru di paras Bulan akibat hamburan cahaya Matahari oleh molekul-molekul Ozon," ujar Marufin.

"(Hal ini) menjadi lebih bisa diamati dengan baik (saat GBT terjadi)," sambungnya.

4. Gerhana Tanpa Awan

Marufin juga menjelaskan keistimewaan gerhana bulan akhir minggu ini adalah karena faktor cuaca.

"Gerhana ini terjadi pada musim kemarau. Sehingga langit relatif akan lebih bersih,," ujarnya.

Ini berarti GBT kali ini akan lebih mudah diamati karena risiko tertutup mendung kecil.

5. Mars yang Jadi Dayang-dayang

Menambah keistimewaannya, pada gerhana kali ini bulan akan berdampingan dengan planet Mars di langit Indonesia.

"Gerhana Bulan ini bertepatan dg saat Mars berada pada posisi terdekat dengan Bumi dalam 15 tahun terakhir," kata Marufin.

"Magnitudonya (Mars) diperkirakan -2,7 (normalnya hanya -0,5) sehingga jauh lebih mudah diamati," pungkasnya.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo GERHANA BULAN TOTAL TERLAMA ABAD INI 28 JULI 2018



Close Ads X