Anggur di California Terpapar Partikel Radioaktif Fukushima, Kok Bisa?

Kompas.com - 25/07/2018, 20:33 WIB

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada 2011 setelah kecelakaan terjadi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menghilangkan kekhawatiran orang yang tinggal di luar Jepang mengenai kontaminasi produk makanan dan minuman.

Baca juga: Studi: Terapi Radioaktif Musnahkan Virus HIV

"Tingkat radiasi yang diukur hingga saat ini di negara-negara lain jauh di bawah tingkat radiasi latar belakang yang kebanyakan orang terkena dalam keadaan sehari-hari dan tidak menghadirkan kesehatan atau bahaya keselamatan transportasi," kata WHO.

"Sejumlah kecil cesium dan iodin radioaktif mungkin ditemukan menggunakan metode deteksi yang sangat sensitif, tetapi ini tidak mempengaruhi makanan yang diproduksi di negara lain, karena jumlah paparannya jauh di bawah tingkat batas aman dan tidak akan menimbulkan masalah kesehatan bagi mereka yang memakan makanan," tambah pernyataan itu.

Orang yang terpapar dosis tinggi caesium-137 dapat mengalami luka bakar kulit, terutama jika isotop tersebut bersentuhan dengan kulit.

Paparan partikel ini (dalam dosis tinggi) juga bisa menyebabkan tumor ganas, yang dapat menghasilkan harapan hidup yang lebih rendah, menurut Environmental Protection Agency.

Hebatnya, tidak ada kematian akibat penyakit radiasi akut sebagai akibat dari kecelakaan Fukushima, menurut Asosiasi Nuklir Dunia.

Itu karena tingkat kontaminasi di luar lokasi pembangkit listrik tidak cukup terkonsentrasi untuk menyebabkan kerusakan.

Peristiwa

Kecelakaan di PLTN tersebut terjadi pada bulan Maret 2011. Saat itu, gempa berkekuatan 9,0 SR dan tsunami kuat melanda Jepang.

Bencana tersebut menyebabkan kehancuran reaktor nuklir di PLTN Fukushima Daiichi.

Hal itu kemudian membuat bahan radioaktif tersebar ke sekitar wilayah tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembuatan Perunggu 2.300 Tahun Lalu di China Terungkap dalam Catatan Kuno

Pembuatan Perunggu 2.300 Tahun Lalu di China Terungkap dalam Catatan Kuno

Fenomena
5 Penyebab Perubahan Iklim

5 Penyebab Perubahan Iklim

Fenomena
Ketahui Perbedaan Cacar Monyet dan Cacar Air Menurut Dokter

Ketahui Perbedaan Cacar Monyet dan Cacar Air Menurut Dokter

Kita
Harta Karun Emas Permata Ditemukan di Kapal Karam Berusia 366 Tahun

Harta Karun Emas Permata Ditemukan di Kapal Karam Berusia 366 Tahun

Fenomena
Cacar Monyet Belum Ada di Indonesia, Dokter: Bila Ada 1 Kasus, Harus Dinyatakan Kejadian Luar Biasa

Cacar Monyet Belum Ada di Indonesia, Dokter: Bila Ada 1 Kasus, Harus Dinyatakan Kejadian Luar Biasa

Kita
Apa Dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan?

Apa Dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan?

Oh Begitu
Astronom Cari Meteorit Antarbintang Menggunakan Magnet Besar, Untuk Apa?

Astronom Cari Meteorit Antarbintang Menggunakan Magnet Besar, Untuk Apa?

Fenomena
BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan, Berpotensi Sebabkan Cuaca Ekstrem di Wilayah Berikut

BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan, Berpotensi Sebabkan Cuaca Ekstrem di Wilayah Berikut

Fenomena
Badai Matahari Dilaporkan Hantam Medan Magnet Bumi, Apa Dampaknya?

Badai Matahari Dilaporkan Hantam Medan Magnet Bumi, Apa Dampaknya?

Fenomena
Memperkuat Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Ini Komitmen BMKG

Memperkuat Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Ini Komitmen BMKG

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

Oh Begitu
Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Kita
Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Kita
Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.