Kompas.com - 24/07/2018, 17:32 WIB
Ilustrasi hiu paus Lindsey DoughertyIlustrasi hiu paus


KOMPAS.com - Hiu paus merupakan spesies hiu terbesar yang bisa hidup lebih dari 130 tahun dan panjangnya bisa mencapai 18 meter.

Hal tersebut berdasar studi terbaru yang belum lama ini dirilis ilmuwan dari Lembaga Penelitian Huy Harvey di Nova Southeastern University dan kelompok penelitian hius paus nirlaba, Maldives Whale Shark Research Programme.

Dalam makalah yang terbit di Marine and Freshwater Research, Senin (9/7/2018), para ahli menemukan kesimpulan itu setelah mengikuti hiu paus yang berenang bebas dan selalu kembali ke daerah yang sama setiap satu sampai dua tahun di South Ari Atoll, Maladewa. Ahli mengikuti kelompok hiu paus selama 10 tahun.

Dalam periode tersebut, ada 44 hiu paus yang diukur dalam 186 perjumpaan dengan menggunakan laser dan pita. Ahli pun dapat mengenali masing-masing spesies hiu paus dari pola bintik-bintik unik yang ada di punggungnya.

Baca juga: Hiu Paus Muncul di Perairan Jakarta

Setelah data dikumpulkan dan dihitung secara matematis, tim menemukan bahwa hiu paus memiliki tubuh yang lebih panjang dan lebih besar dari yang diduga sebelumnya.

Sebelumnya hiu paus diyakini memiliki panjang sekitar 12 meter atau lebih. Fakta di lapangan, hiu paus dapat tumbuh sampai 18 meter lebih dengan berat mencapai 20 ton.

"Kami melakukan pendekatan dan studi dengan metode baru, sebab kami benar-benar melakukan pengukuran di bawah laut, berenang dengan hiu paus, berulang kali selama satu dekade," ujar Cameron Perry salah satu penulis studi, dilansir Sun Sentinel, Jumat (10/7/20180.

Memperkirakan usia hiu paus memang bukan perkara mudah. Sebelumnya, para ahli menggunakan tulang belakang hiu mati yang memiliki cincin seperti pohon untuk memperkirakan berapa usianya.

Sebelumnya, ahli menganalogikan menghitung cincin di tulang belakang hiu paus seperti mengukur umur sebuah pohon. Sehingga, hasilnya cenderung abu-abu dan tidak tepat.

"Apa yang kami lakukan menunjukkan bahwa kami dapat memperoleh informasi usia dan bagaimana mereka tumbuh tanpa bergantung pada bangkai hiu paus," imbuhnya.

Baca juga: Spesies Hiu Baru Ditemukan, Wujudnya Mirip Karakter Anime

 Seperti diberitakan Gizmodo, Kamis (19/7/2018), mengetahui ukuran dan usia hiu paus adalah sesuatu yang sangat penting untuk alasan konservasi.
 
 "Pemahaman yang lebih mendalam tentang usia dan parameter pertumbuhan akan dapat membantu populasi hiu paus untuk pulih dari eksploitasi berlebihan dan sangat penting untuk rencana pengelolaan yang lebih baik," tulis para ahli dalam makalahnya.
 
 Menurut ahli, dengan mengetahui berapa lama hiu paus dapat hidup akan lebih memudahkan pihak terkait untuk memperkirakan seberapa banyak hiu paus.
 
 "Ini adalah model, artinya masih perkiraan. Namun, pengukuran ini adalah yang terbaik pada tahap ini. Anda tidak perlu bergantung pada pembunuhan atau penangkapan hewan. Ini pun dapat diterapkan untuk spesies lain," ujar Mahmood Shivji, profesor dari Nova Southeastern University kepada Gizmodo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Oh Begitu
Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Oh Begitu
[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

Oh Begitu
Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Kita
Fakta-fakta Supervolcano, Salah Satunya Ada di Indonesia

Fakta-fakta Supervolcano, Salah Satunya Ada di Indonesia

Fenomena
Ramai Ikutan Jual Foto NFT seperti Gozali, Psikolog: Ini Efek Pandemi Covid-19

Ramai Ikutan Jual Foto NFT seperti Gozali, Psikolog: Ini Efek Pandemi Covid-19

Oh Begitu
5 Fakta Planet Kepler-186F, Planet Asing yang Mirip Bumi

5 Fakta Planet Kepler-186F, Planet Asing yang Mirip Bumi

Oh Begitu
Ilmuwan Ungkap Dua Faktor Genetik yang Sebabkan Hilangnya Bau dan Rasa akibat Covid-19

Ilmuwan Ungkap Dua Faktor Genetik yang Sebabkan Hilangnya Bau dan Rasa akibat Covid-19

Oh Begitu
Bagaimana Cicak Bisa Menempel di Dinding? Ini Penjelasannya

Bagaimana Cicak Bisa Menempel di Dinding? Ini Penjelasannya

Oh Begitu
9 Obat Herbal Stroke yang Ampuh Bantu Kembalikan Fungsi Otak

9 Obat Herbal Stroke yang Ampuh Bantu Kembalikan Fungsi Otak

Kita
Orang yang Terinfeksi Omicron Bisa Menyebarkan Virus hingga 10 Hari

Orang yang Terinfeksi Omicron Bisa Menyebarkan Virus hingga 10 Hari

Oh Begitu
Memahami Cara Kawin Nyamuk Bisa Bantu Perangi Malaria

Memahami Cara Kawin Nyamuk Bisa Bantu Perangi Malaria

Oh Begitu
Mengenal PCI Jantung, Prosedur Medis untuk Penyakit Jantung Koroner

Mengenal PCI Jantung, Prosedur Medis untuk Penyakit Jantung Koroner

Kita
Usai Foto Selfie Ghozali, Ramai Jual NFT Foto KTP dan Tubuh Tanpa Busana, Ini Kata Psikolog Sosial

Usai Foto Selfie Ghozali, Ramai Jual NFT Foto KTP dan Tubuh Tanpa Busana, Ini Kata Psikolog Sosial

Oh Begitu
Laporan Awal Sebut Vaksin Dosis Keempat di Israel Kurang Ampuh Tangkal Omicron

Laporan Awal Sebut Vaksin Dosis Keempat di Israel Kurang Ampuh Tangkal Omicron

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.