Kompas.com - 24/07/2018, 12:31 WIB


KOMPAS.com - Permasalahan sampah plastik sudah kita hadapi sejak lama. Bukannya berkurang, sampah plastik justru kian menumpuk dan makin mengganggu lingkungan beserta isinya.

Para ahli pun banyak melakukan terobosan agar dapat mengganti plastik dengan alternatif lain. Salah satunya seperti yang dilakukan ilmuwan dari Institut Teknologi Georgia.

Menurut studi yang terbit di ACS Sustainable Chemistry and Engineering, Senin (23/7/2018), bungkus plastik dapat diganti dengan serat alami yang terbuat dari pohon dan cangkang kepiting.

Untuk membuat bahan lentur menyerupai plastik, para ahli mengambil kitin pada cangkang kepiting dan selulosa yang banyak ditemukan di pohon.

Baca juga: Ilmuwan Inggris Ciptakan Plastik yang Mudah Terurai

Kitin adalah komponen utama dari eksoskeleton (kerangka eksternal yang melindungi tubuh hewan) kepiting, serangga, dan jamur. Kitin umumnya tergabung dengan senyawa lain seperti protein, mineral, dan pigmen.

Selain sebagai pelindung hewan, kitin mereupakan biopolimer kedua yang paling melimpah kedua setelah selulosa.

Untuk menemukan solusi mengatasi masalah sampah, awalnya ahli hanya meneliti selulosa.

"Kami telah mengamati nanokristal selulosa selama beberapa tahun dan mengupayakan agar dapat digunakan untuk mengemas makanan. Seperti kita tahu, kemasan makanan sangat penting saat ini," kata profesor J. Carson Meredith yang menulis studi dalam sebuah pernyataan dilansir Newsweek, Senin (23/7/2018).

Meredith dan timnya baru menyadari kitin dapat digunakan sebagai alternatif pengemasan produk setelah mereka menemukan kitin bermuatan positif, di sisi lain selulosa bermuatan negatif.

Menurut para ahli, jika kedua bahan yang berlimpah biopolimer itu dikawinkan maka akan tercipta lapisan dengan kualitas unggul.

Untuk mengujinya, tim merendam nanoserat kitin dan selulosa di dalam air, kemudian menyemprotkan bahan transparan itu ke sebuah permukaan. Setelah kering, mereka menemukan campuran keduanya telah berubah menjadi sesuatu yang kuat dan lentur.

Menurut tim, hasilnya mirip seperti polyethylene terephtalate (PET) atau bahan utama dalam pembuatan barang dari plastik seperti botol minuman, dan lainnya.

Baca juga: China Hentikan Impor Limbah Plastik, Ini Dampaknya bagi Dunia

Meski secara kasatmata terlihat mirip PET, para ahli menegaskan bahan yang mereka ciptakan lebih bagus untuk kesehatan manusia

"Kalau PET, sebagian besar terbuat dari konten amorf atau nonkristalin yang memudahkan molekul gas kecil dari luar menembus masuk ke dalamnya," ujar Meredith.

Artinya, teknologi yang diciptakan Meredith dan timnya akan membuat makanan lebih segar dan tahan lama karena lebih sedikit racun yang mampu menembus kemasan.

Selain keuntungan itu, mungkin kemasan yang terbuat dari pohon dan cangkang ini bisa lebih banyak diproduksi. Terutama, banyak industri makanan yang membuang sia-sia cangkang kepiting.

Untuk sampai ke sana, saat ini para ahli masih mencari cara agar dapat memproduksi alternatif plastik mereka dalam jumlah besar dan meningkatkan pemblokiran uap air. Semoga hal itu segera terealisasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Newsweek


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.