Konflik Buaya-Manusia di Sorong, Ahli Sebut Peringatan Keselamatan Penangkaran

Kompas.com - 19/07/2018, 08:28 WIB
Ratusan warga Tugu Merah, SP 1, Kita Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat, mengamuk hingga membantai 292 ekor buaya di penangkaran milik seorang pengusaha di Jalan Bandara, SP 1, Kelurahan Klamalu, lantaran salah seorang warga tewas dimangsa buaya, Jumat (13/7/2018). handoutRatusan warga Tugu Merah, SP 1, Kita Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat, mengamuk hingga membantai 292 ekor buaya di penangkaran milik seorang pengusaha di Jalan Bandara, SP 1, Kelurahan Klamalu, lantaran salah seorang warga tewas dimangsa buaya, Jumat (13/7/2018).

KOMPAS.com - Kasus konflik buaya dan warga di Sorong, Papua beberapa hari terakhir mendapat banyak perhatian publik. Bahkan, kasus ini menarik perhatian beberapa media asing.

Kasus ini bermula ketika seorang warga bernama Sugito tewas diterkam buaya dari penangkaran.

Tewasnya Sugito membuat warga setempat marah dan mengamuk hingga membunuh 292 buaya di penangkaran tersebut.

Untuk itu, Kompas.com meminta tanggapan dari Amir Hamidy, ahli reptil (herpetolog) dari Lembaga Ilmu Pengetahun Indonesia (LIPI).

Prioritas Keselamatan

Menurut Amir, peristiwa di Sorong perlu dilihat konteks kasusnya.

"Apakah buaya tersebut lepas dari penangkaran atau warga yang memasuki kandang buaya," ujarnya melalui sambungan telepon, Selasa (17/07/2018).

"Jika buaya tersebut lepas dari wilayah penangkaran berarti kelalaian dari pihak pengelola," sambungnya.

Meski begitu, seharusnya penangkaran juga memberikan edukasi terhadap warga tentang keselamatan. Apalagi buaya merupakan hewan yang secara alamiah buas dan berbahaya.

Baca juga: Kok Bisa Buaya yang Ditangkap di Australia Jadi Raksasa? Ahli Menjawab

Amir menjelaskan, kasus ini merupakan peringatan tentang standar keselamatan yang perlu diterapkan dalam penangkaran.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X