Bulu Unggas, Rambut, dan Sisik Ternyata Berasal dari Lapisan yang Sama

Kompas.com - 18/07/2018, 21:24 WIB
Ilustrasi kucing dan ikan Ilustrasi kucing dan ikan


KOMPAS.com - Ilmuwan dari University of Virginia belum lama ini menemukan bahwa sisik ikan, rambut hewan, dan bulu unggas sebenarnya berasal dari satu lapisan pelindung purba yang sama.

Saat nenek moyang kita beralih dari pelaut dan tinggal di daratan sekitar 385 juta tahun lalu, mereka mengenakan pakaian yang terbuat dari sisik ikan.

Beruntung pakaian itu tidak dibuang, sehingga kini kita dapat mempelajari pakaian sisik ikan tersebut dan menjadi batu loncatan untuk mengenali karakteristik kulit.

Menurut laporan yang terbit di jurnal eLife show, Selasa (17/7/2018), seiring berjalannnya waktu, sisik ikan berubah menjadi rambut hewan dan bulu unggas. Proses molekuler yang diperlukan untuk menumbuhkan rambut dan bulu sangat mirip seperti dalam pengembangan sisik ikan.

Baca juga: Nenek Moyangnya Bersisik, Kenapa Burung Modern Punya Bulu?

Studi yang dipimpin oleh Andrew Aman sampai pada kesimpulan tersebut setelah mereka mempelajari pola pertumbuhan sisik yang rumit pada ikan zebra.

Aman dan timnya kemudian mengamati dan memanipulasi pertumbuhan sisik ikan zebra, untuk mengetahui bagaimana sisik itu tumbuh pada lapisan yang tumpang tindih.

Selain mengatamati pola perkembangan sisik, mereka juga mengamati sel yang berhubungan dengan pola perkembangan sisik.

Sisik ikan zebra. Daerah kuning menunjukkan sel-sel yang memproduksi sisik, dan daerah magenta menunjukkan sisik.
Sisik ikan zebra. Daerah kuning menunjukkan sel-sel yang memproduksi sisik, dan daerah magenta menunjukkan sisik.

"Kami yakin, proses molekuler yang mendasari pertumbuhan sisik sangat mirip dengan yang terjadi pada perkembangan bulu dan rambut," kata Aman dalam sebuah pernyataan dilansir Gizmodo, Selasa (17/7/2018).

"Kulit ikan zebra, termasuk sisik tulangnya, sebagian besar transparan sehingga memungkinkan kami mengamati struktur internalnya. Ini memudahkan kami untuk mengamati proses molekuler yang mendorong perkembangan sisik di permukaan lapisan (kulit ikan)," ungkapnya.

Secara khusus, peneliti berhasil mengidentifikasi tiga mekanisme molekular yang bertanggung jawab pada perkembangan sisik ikan zebra.

Pertama, jalur persinyalan Wnt atau protein yang melewatkan sinyal ke dalam sel. Kemudian ectodysplasin A, yakni protein yang dibutuhkan untuk pertumbuhan kulit pada banyak hewan termasuk manusia. Terakhir, faktor pertumbuhan fibroblast atau protein pemberi sinyal lainnya.

Baca juga: Aslinya Abu-abu, Kok Bulu Flamingo Berubah Warna Jadi Merah Muda?

Proses molekuler itu masih berlangsung hingga sekarang, dan ketiganya bertanggung jawab atas penampakan bulu atau rambut yang kita lihat pada unggas dan hewan lain.

Studi ini pada akhirnya mengingatkan kita bahwa sejarah evolusi makhluk hidup sudah terjadi jauh sebelum dari yang kita kira. Selain itu, kita berhutang banyak pada makhluk paling awal di planet ini.



Sumber Gizmodo
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X