Amandel Anda Sudah Diangkat? Ada Kabar Buruk dari Para Ilmuwan - Kompas.com

Amandel Anda Sudah Diangkat? Ada Kabar Buruk dari Para Ilmuwan

Kompas.com - 14/07/2018, 10:08 WIB
IlustrasiSHUTTERSTOCK Ilustrasi

KOMPAS.com – Sebuah studi baru yang dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association (JAMA) membawa kabar buruk bagi orang-orang yang menjalani operasi tonsilektomi dan adenoidektomi.

Rupanya, pengangkatan tonsil dan adenoid pada anak-anak meningkatkan kemungkinan infeksi saluran pernapasan atas dan asma ketika mereka dewasa.

Hasil ini didapat setelah para peneliti mempelajari data kesehatan nasional Denmark dari 1,2 juta anak-anak kelahiran 1979 sampai 1999 selama 30 tahun. Anak-anak ini termasuk 17.500 yang menjalani adenoidektomi, 12.000 yang menjalani tonsilektomi, dan 31.000 yang mengalami keduanya.

Orang-orang yang pernah mengalami operasi tonsilektomi dan adenoidektomi ditemukan memiliki risiko terkena infeksi saluran pernapasan atas setidaknya dua persen lebih tinggi daripada mayoritas orang. Peningkatan ini bahkan bisa mencapai dua kali lipat.

Baca juga: Ilmuwan Eropa Kembangkan Tes Pernapasan untuk Deteksi Dini Kanker

Perlu Anda ketahui, secara umum orang dewasa memiliki kemungkinan 12 persen untuk mengalami penyakit ini.

Penulis utama studi dan peneliti asal University of Melbourne, Sean G Byars, PhD, mengatakan, hasil kami menunjukkan isu penting, apakah manfaat dari operasi melebihi risiko morbiditas jangka pendek dan jangka panjang? Asosiasi risiko jangka panjang yang kami temukan memberikan perspektif baru untuk dipertimbangkan.

Akan tetapi, beberapa dokter THT, termasuk Drs. Nikhila Raol dan Steven Goudy dari Emory University School of Medicine yang diwawancarai oleh Healthline, Kamis (14/6/2018), mengingatkan pentingnya berhati-hati dalam menggunakan statistik sebagai argumen.

Raol berkata bahwa hasil ini hanya menunjukkan kepentingan statistik bukan klinis. Goudy juga mempertanyakan mengapa tidak ada satu pun dokter medis yang terlibat dalam studi.

Lalu, keduanya juga mengkritisi pemilihan data yang digunakan untuk membuat kesimpulan. Pasalnya, data tidak memasukkan alasan dibalik operasi tersebut.

“Kebanyakan orang tidak masuk ke klinik dan minta tonsilnya diangkat tanpa alasan. Laporan ini tidak mendiskusikan hal tersebut,” ujar Goudy.


Komentar
Close Ads X