Kompas.com - 09/07/2018, 20:33 WIB

Sementara itu, para ahli di Universitas Queensland melihat studi baru ini juga dapat membantu penelitian lebih dalam terkait mekanisme dasar gangguan kejiwaan pada manusia.

"Pada pasien gangguan mental khusus, seperti gangguan spektrum autisme dan skizofrenia, ada keanehan dalam fungsi respon di otak, oleh karena itu, studi baru ini diharapkan membantu dalam penelitian mekanisme dasar gangguan yang lebih dalam," katanya.

Baca Juga: Mungkinkah Manusia Melahirkan di Mars? Studi Baru Menjawab

Sebagai informasi, sebenarnya, para ahli sel biologi di University of Queensland sudah mulai menggunakan ikan zebra dalam penelitian mereka  sejak 2001.

Salah satu orang yang melakukan penelitian terhadap ikan zebra adalah ahli sel biologi, Ben Hogan. 

Keuntungan menggunakan ikan zebra dalam sebuah penelitian adalah bentuk embrio yang transparan dan mampu berkembang di luar tubuh sang induk.

Para peniliti dapat memanipulasi gen untuk memodelkan penyakit manusia pada ikan ini dan mengamati perubahannya secara langsung pada hewan hidup.

Hal ini tidak mungkin dilakukan hewan lain dalam laboratorium, misalnya tikus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.