Di Sumatera Selatan, Ditemukan Katak dengan Tanduk Tak Bertulang

Kompas.com - 06/07/2018, 20:00 WIB
Katak tanduk lancip atau Megophrys lancip Katak tanduk lancip atau Megophrys lancip

"Selain ukurannya yang lebih kecil, katak tanduk lancip jantan juga memiliki nuptial pad atau bantalan untuk kawin, yang terletak pada bagian dorsal di ruang belakang jari tangan pertama dan kedua," kata Munir kepada Kompas.com, Jumat (6/7/2018).

"Bantalan kawin tersebut berfungsi saat musim kawin agar dapat berpegangan kuat dengan katak betina," katanya.

Baca Juga: Buaya Muara di Kali Grogol Susah Ditangkap, Ini Saran Ahli LIPI

Sementara itu, tes DNA juga dilakukan para ahli dengan mengambil spesimen dari otot dan hati katak yang sudah diberi tindakan euthanasia.

"Dalam meguji sebuah spesies, kita harus mengidentifikasi secara detail, tidak hanya dengan foto, tetapi juga harus spesimen. Hasil penelitian spesimen inilah yang menjadi acuan ilmiahnya, jadi kita ambil material DNA-nya dari otot dan hati," kata Amir Hamidy.

Setelah tes DNA, maka spesimen tersebut diawetkan agar menjadi acuan ilmiah dunia ilmu pengetahuan masa depan.

Sementara itu, Amir mengatakan, katak tanduk lancip yang unik ini ternyata menjadi favorit bagi para kolektor hewan, khususnya para pecinta katak.

"Bentuknya yang unik memang menarik perhatian para kolektor, dan katak tanduk lancip ini paling dicari karena khas dari wilayah Asia Tenggara," katanya. Penemuan tersebut sudah terbit di jurnal Zootaxa, 2018. 

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X