Terjawab Sudah, Laba-laba Gunakan Aliran Listrik untuk Terbang

Kompas.com - 06/07/2018, 19:29 WIB
Ilustrasi laba-laba. Ilustrasi laba-laba.


KOMPAS.com - Mungkin tak banyak yang tahu, laba-laba bisa terbang. Menempuh jarak ratusan kilometer dalam perjalanan udara.

Fenomena ini sebenarnya telah lama membingungkan para ahli, termasuk Charles Darwin yang diketahui menuliskan pengamatannya tentang ratusan laba-laba dalam catatan pribadinya.

Salah satu hipotesis menduga laba-laba menggunakan benang-benang tipisnya untuk menangkap angin sehingga bisa melambungkan tubuh ke udara.

Sayang, hipotesis itu dengan mudah dipatahkan karena tidak menjelaskan bagaimana laba-laba dapat tetap terbang meski hujan atau saat sama sekali tidak ada angin.

Kini, ilmuwan dari Universitas Bristol memiliki penjelasan dan bukti yang lebih masuk akal. Menurut para ahli, laba-laba melakukan perjalanan udara dibantu oleh atmospheric potential gradient (APG).

Baca juga: Dengan Kecepatan Tinggi, Laba-Laba Unta Habisi Kaki Seribu

APG merupakan sebuah sirkuit listrik antara bumi dan ionosfer, bagian dari atmosfer atas bumi yang terionisasi radiasi matahari.

Petir sendiri bertindak sebagai baterai raksasa yang berfungsi untuk mengisi dan memelihara medan listrik di atmosfer.

Hal ini sudah diuji oleh para ilmuwan sejak 2013.

Saat itu, tim yang dipimpin Erica Morley ingin menindaklanjuti sebuah teori yang menyebut medan listrik mungkin berperan dalam kemampuan terbang laba-laba.

Dalam makalah yang terbit di jurnal Current Biology, Kamis (5/7/2018), dijelaskan bagaimana Morley dan koleganya mengatur sebuah kotak untuk menciptakan atmosfer yang terisolasi dari udara ambien sehingga di dalamnya tidak ada aliran medan listrik atmosfer bumi.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat dibanding Rapid Test

Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat dibanding Rapid Test

Oh Begitu
Ahli Kini Tahu Alasan Perubahan Warna Kulit pada Pasien Covid-19

Ahli Kini Tahu Alasan Perubahan Warna Kulit pada Pasien Covid-19

Oh Begitu
Kemoterapi Pasien Kanker yang Kena Covid-19 Tidak Berisiko Kematian

Kemoterapi Pasien Kanker yang Kena Covid-19 Tidak Berisiko Kematian

Oh Begitu
Lolos dari Maut, Kumbang Ini Bertahan Hidup meski Telah Dimakan Katak

Lolos dari Maut, Kumbang Ini Bertahan Hidup meski Telah Dimakan Katak

Oh Begitu
Rahasia Alam Semesta: Seberapa Besar Alam Semesta ini?

Rahasia Alam Semesta: Seberapa Besar Alam Semesta ini?

Oh Begitu
Sering Tidak Terdiagnosis, Kenali Penyakit Autoimun Sjogren's Syndrome

Sering Tidak Terdiagnosis, Kenali Penyakit Autoimun Sjogren's Syndrome

Oh Begitu
Seri Baru Jadi Ortu: Bayi Pilek, Bagaimana Cara Sedot Ingusnya?

Seri Baru Jadi Ortu: Bayi Pilek, Bagaimana Cara Sedot Ingusnya?

Oh Begitu
Diabetes Penyakit Turunan, Mungkinkah Bisa Dicegah?

Diabetes Penyakit Turunan, Mungkinkah Bisa Dicegah?

Oh Begitu
Penyakit Baru di China Menghantui di Tengah Pandemi Covid-19, Apa Itu Virus Tick Borne?

Penyakit Baru di China Menghantui di Tengah Pandemi Covid-19, Apa Itu Virus Tick Borne?

Fenomena
Studi Temukan, OTG Corona Sama Menularnya dengan yang Bergejala

Studi Temukan, OTG Corona Sama Menularnya dengan yang Bergejala

Oh Begitu
Obesitas di Amerika Serikat bisa Turunkan Efektivitas Vaksin Covid-19

Obesitas di Amerika Serikat bisa Turunkan Efektivitas Vaksin Covid-19

Fenomena
Unika Atma Jaya Jakarta Resmikan Laboratorium Covid-19 Aman Lingkungan

Unika Atma Jaya Jakarta Resmikan Laboratorium Covid-19 Aman Lingkungan

Oh Begitu
AI Bisa Jadi Alat Transformasi Sampah Menjadi Produks Bernilai Seni, Kok Bisa?

AI Bisa Jadi Alat Transformasi Sampah Menjadi Produks Bernilai Seni, Kok Bisa?

Oh Begitu
Waspada, Penderita Diabetes Pengidap Covid-19 Lebih Banyak Meninggal

Waspada, Penderita Diabetes Pengidap Covid-19 Lebih Banyak Meninggal

Oh Begitu
Penciptaan AI Juga Butuh Etika, Apa Maksudnya? Ini Penjelasan Ahli

Penciptaan AI Juga Butuh Etika, Apa Maksudnya? Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X