Kompas.com - 04/07/2018, 12:31 WIB
Oumuamua adalah asteroid antarbintang pertama yang mengunjungi Tata Surya. Benda unik ini ditemukan pada 18 Oktober 2017 oleh teleskop Pan-STARRS 1 di Hawai. Observasi selanjutnya dari Teleskop Very Large ESO di Cile dan observatorium lainnya di seluruh dunia menunjukkan bahwa dia melakukan perjalanan melalui ruang angkasa selama jutaan tahun sebelum bertemu dengan Tata Suya kita. Oumuamua merupakan benda metalik atau berbatu merah tua yang panjangnya mencapai 400 meter, dan tidak seperti apa yang biasanya ditemukan di Tata Surya. Oumuamua adalah asteroid antarbintang pertama yang mengunjungi Tata Surya. Benda unik ini ditemukan pada 18 Oktober 2017 oleh teleskop Pan-STARRS 1 di Hawai. Observasi selanjutnya dari Teleskop Very Large ESO di Cile dan observatorium lainnya di seluruh dunia menunjukkan bahwa dia melakukan perjalanan melalui ruang angkasa selama jutaan tahun sebelum bertemu dengan Tata Suya kita. Oumuamua merupakan benda metalik atau berbatu merah tua yang panjangnya mencapai 400 meter, dan tidak seperti apa yang biasanya ditemukan di Tata Surya.

KOMPAS.com - Tim astronom gabungan dari berbagai negara menemukan beberapa bukti yang mengindikasikan bahwa Oumuamua adalah sebuah komet antar bintang, bukan asteorid.

Saat Oumuamua memasuki tata surya pada Oktober 2017 lalu, ia memiliki kecepatan yang sangat lambat dan diduga kuat sebagai asteroid.

Berdasar pengamatan 1 Juni 2018, para astronom dari European Space Agency, melihat adanya peningkatan kecepatan dalam laju Oumuamua, yakni sekitar 114 ribu kilometer/jam. Ini artinya, Oumuamua kemungkinan besar adalah komet.

Dalam laporan yang terbit di jurnal Nature, Rabu (27/6/2018), gerakan Oumuamua yang lambat pada bulan Oktober itu disebabkan oleh tarikan gravitasi matahari.

Baca juga: Batu atau Kapal Alien? Para Astronom Selidiki Asteroid Oumuamua

Penjelasan paling mungkin, Oumuamua adalah sebuah material yang terlontar dari permukaan benda langit yang disebabkan oleh pemanasan matahari. Dalam dunia astronomi, peistiwa seperti itu disebut outgassing.

Dorongan saat terlontar ini dianggap memberikan dorongan kecil namun stabil, sehingga membuat Oumuamua meluncur ke luar dari tata surya lebih cepat dari yang diperkirakan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Outgassing adalah ciri khas dari komet dan bertentangan dengan penjelasan sebelumnya yang menganggapnya sebagai asteroid antar bintang.

"Kami pikir ini adalah komet yang kecil dan aneh," kata Marco Micheli, ahli dari European Space Agency, dikutip dari Xinhua.net, Kamis (28/6/2018).

"Kita bisa melihat dalam data bahwa dorongannya semakin kecil dan semakin jauh dari Matahari, dan ini ciri khas komet," tambahnya.

Saat komet terpanggang Matahari, biasanya ia akan mengeluarkan debu dan gas dan membentuk awan berbentuk koma dengan ekor yang khas.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.