Kompas.com - 02/07/2018, 19:03 WIB

Selain ketentuan itu, tidak ada batasan bagi pria dari wilayah manapun untuk mengirimkan foto mereka sebab peneliti ingin mendapatkan sebanyak mungkin data.

Jika semua berjalan dengan lancar, analisis dari foto-foto itu diyakini dapat mengungkap bagaimana perasaan sesungguhnya yang dirasakan pria. Mungkin perasaan depresi, terisolasi, atau lainnya.

"Kita berbicara tentang gangguan dismorfik tubuh (kondisi psikologis di mana pasien cemas akan penampilan fisik dan berpikir dirinya mengidap kelainan, red) laki-laki. Cara masyarakat memuja ukuran, sesungguhnya memiliki dampak," ujarnya.

"Hal ini benar-benar sangat merusak. Mereka sangat cemas hingga tidak bisa mengakuinya, sampai-sampai tidak berani membicarakan dengan teman-temannya," pungkas Walker.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.